Cuaca Makin Panas!

“Allah itu bagus dan mencintai hal-hal yang bagus, bersih dan mencintai hal-hal yang bersih, pemurah dan menyukai orang-orang yang pemurah, dermawan dan mencintai orang-orang yang dermawan. Bersihkan halaman-halaman kalian dan jangan menyerupai orang-orang Yahudi.” (HR Tirmidzi)

Global warming. Pemanasan global. Beberapa mengatakan bahwa hal ini hanya HOAX semata. Benarkah? Bagaimana dengan bukti bahwa 11 dari 12 tahun cuaca sudah semakin panas sejak 1850? Begitu pula dengan bukti bahwa Benua Antartika telah kehilangan 20% esnya, yaitu seluas dua kali lipat dari Texas! Bahkan, 2005 adalah tahun terpanas selama beberapa abad dengan kondisi cuaca yang mengerikan di beberapa tempat: Hujan salju turun di Dubai untuk pertama kalinya dan rumput sudah mulai terlihat di Benua Antartika.

Continue reading “Cuaca Makin Panas!”

Advertisements

Sejuta Sepeda, Sejuta Pohon

Hari ini adalah tanggal 5 Juni dan hari ini adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan kita pada hari ini, dan komunitas pesepeda B2W Indonesia pun mencanangkan kegiatan Sejuta Sepeda, Sejuta Pohon. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) dan Bike to Work (B2W) Indonesia. Acara ini diselenggarakan serentak di 100 kota, di 33 provinsi di Indonesia. Dan B2W Bandung juga terlibat untuk menanam 100 pohon di beberapa titik di Kota Bandung.

Continue reading “Sejuta Sepeda, Sejuta Pohon”

Perhatikan Sekitarmu

Sang gadis cilik mengiba. Embun telah terbit di mata beningnya. Ia tak menjerit, tapi tangisannya begitu nyaring. Sang ibu dengan wajah batu masih asyik dengan bermacam emas di depannya. Sosok itu lalu mengalihkan pandangannya dari toko emas, berlanjut pada baso cuanki. Sang pedagang yang selalu on time pukul 07.30. Belum pedagang kupat tahu yang di depan Toko ABC yang menjadi langganannya.

Waktu adalah sekelebatan cahaya. Kecepatan tinggi yang lurus ke depan, bukan ke belakang. Manusia tak bisa memundurkannya kendati hanya sedetik. Begitu maju dan akan tertinggal bagi yang tidak siap. Kecuali penyesalan tak berujung. Hidup ini begitu rapuh. Sangat disayangkan jika hidup kita di jalan disia-siakan begitu saja. Banyak pelajaran hidup yang terpampang di sana. Apakah lukisan hidup itu hanya sekelebatan cahaya saja?

Sosok itu tak pernah tahu ada pedagang baso cuanki di sudut itu jika sedang mengendarai motor kuningnya. Apalagi tangisan sang gadis cilik di depan toko emas. Lukisan hidup di sekitarnya bak sekelebatan cahaya dari atas motor. Konsentrasi hanya terpusat pada jalan di depannya. Akan tetapi semua itu berubah. Lukisan hidup begitu kentara pada akhirnya. Dan itu hanya bisa disaksikan dari bangku VIP. Bangku bernama sadel sepeda yang tiap hari dinaiki.

Awalnya adalah kesehatan. Sosok itu mencoba beralasan mengapa dia bersepeda. Kalau mengurangi pemanasan global, terlalu jauh. Belum lagi desas-desus HOAX tentang global warming. Baginya cukuplah bahwa dengan bersepeda, kesehatannya jauh lebih baik. Jika orang lain tak peduli, cukuplah dia sendiri menikmati keringatnya dan menebarkan bau sehat. Syukur-syukur kalau satu-dua-tiga-empat orang mau bersepeda juga. Reaksi berantai yang bisa menyegarkan pandangan mata. Tentu saja telinga dengan suara kring-kring-kring.

Lukisan hidup itu begitu nyata. Itulah yang dirasakan sosok itu saat bersepeda. Semuanya begitu jelas. Sosok-sosok manusia dengan beragam kisah. Benda-benda yang terabaikan. Lekukan-lekukan jalan yang begitu menginspirasi. Senyuman sang burung. Bahkan tetesan hujan yang berbaris rapi. Semua itu begitu jelas di matanya. Begitu hidup dari atas sepedanya.

Sangat berbeda jika sosok itu berada di atas motor kuningnya. Lukisan hidupnya begitu blur. Tak jelas dan bahkan tak kelihatan. Menjadi gambar-gambar mati. Lalu tak peduli. Hingga menggeleng saat ada berita, “Gelandangan itu baru saja mati kemarin karena terserempet mobil.” Dan dia hanya berucap, “Emang ada gelandangan di situ?”[]

Dukung Angka 350 demi Planet Bumi!

350-org-bill-mckibben1Angka berapakah yang menurut sobat baraya paling penting? Apakah angka 1 yang menunjukkan nomor urut pertama sehingga dianggap terbaik dan menjadi simbol kemenangan? Apakah angka 99 yang menunjukkan jumlah nama Allah Swt. yang patut diketahui oleh semua Muslim? Ataukah angka 4 dan 55 yang tidak lain adalah nomor rumah orangtua saya yang dahulu dan saat ini? Semuanya pasti mempunyai alasan mengapa memilih angka tertentu sebagai angka yang paling penting dalam hidupnya. Lalu, angka berapakah yang sangat penting bagi planet Bumi?

Perlu diketahui bersama bahwa sampai 200 tahun yang lalu, atmosfer kita mengandung karbondioksida (CO2) sebanyak 275 parts per million (ppm), yang berarti ada 275 molekul CO2 dari sejuta molekul gas yang tersebar di atmosfer. Dari penelitian para ilmuwan, jumlah ini adalah jumlah minimal yang harus dimiliki planet Bumi karena tanpa adanya CO2 yang dapat menangkap panas, planet kita akan terasa (bahkan terlalu) dingin bagi kehidupan manusia. Jelas bahwa kita membutuhkan adanya karbon bagi keberlangsungan hidup manusia, tetapi pertanyaan terpenting yang harus dijawab adalah sebanyak apa karbon yang kita butuhkan?

Continue reading “Dukung Angka 350 demi Planet Bumi!”