Biketography = Bersepeda dan Berfoto

Alhamdulillah dapat kabar gembira, yaitu dimuatnya foto sosok itu di Koran PR pada hari minggu kemarin (19/1). Bagaimana tidak, hanya dengan modal hape Soner K530i ternyata fotonya terpilih bersama tiga foto lainnya yang rata-rata menggunakan kamera ‘beneran’. Artinya, konsep foto kitalah yang menentukan dan bukan karena alatnya. Yuk, ah, terus menghasilkan foto yang baik dan enak dinikmati. Berikut hasil laporan Kang Irwan yang juga dimuat di media dan tanggal yang sama.

Sepeda-04

Continue reading “Biketography = Bersepeda dan Berfoto”

Ngagowes Sambil Banjir-Banjiran

Banjir-3Sudah lama juga nggak menulis tentang dunia sepeda. Sosok itu terus bersepeda, cuma jarang menuliskannya lagi di blog ini. Oke, ini kali kedua sosok itu membawa sepedanya dari Bandung ke Jakarta. Bukan persoalan mudah, tetapi dia berhasil melakukannya. Cukup melepas roda depan dan belakang, diletakkan di tengah, lalu diikat dengan kuat, selesai. Sepeda pun jadi lebih kecil volumenya dan bisa ditenteng. Waktu pertama kali membawa sepeda, yaitu dari Jakarta ke Bandung karena sebelumnya digowes dari Bandung ke Jakarta, sepeda tidak muat dimasukkan ke dalam bagasi bus yang ada di samping kiri bawah sehingga terpaksa dinaikkan ke bus dan diletakkan di belakang. Sedangkan kemarin, alhamdulillah sepedanya bisa dimasukkan ke dalam bagasi.

Persiapan berangkat pada Jumat sore (17/1/2014) boleh terbilang agak mepet. Setelah nongkrong sebentar di Kedai Mas Broe dan mencicipi Nasi Goreng Gila, selepas maghrib sosok itu langsung menggowes dari rumah menuju Terminal Leuwipanjang. Sang belahan jiwa kebetulan turut serta mengendarai sepeda motor membawakan tas yang memang lumayan berat. Jalanan yang becek selepas hujan membuatnya menggowes perlahan. Kalau jalanan lancar, tinggal membonceng di belakang motor. Kalau macet, ya digowes lagi. Sampai di terminal, sosok itu segera mempreteli sepedanya. Lagi asyiknya mengikat, tiba-tiba saja sang belahan jiwa memberitahu bahwa bus terakhir menuju Pulogadung baru saja berangkat.

Continue reading “Ngagowes Sambil Banjir-Banjiran”

Night Charity Bike

Kring-kring-kring gowes-gowes
Gowes malam haruslah tertib
Menunggu semua pekerjaan beres
Gowes bersama berkelap-kelip

Bersepeda malam-malam? Sosok itu telah biasa melakukannya, apalagi kalau pulang kerja rada sorean hingga larut malam. Belum lagi kalau ada acara kumpul-kumpul sepulang kerja di Taman Cikapayang, Dago. Peralatan gowes malam pun telah disiapkan semenjak pagi buta. Lampu depan sebagai pencahayaan jalan dan lampu belakang sebagai penanda bagi kendaraan bermotor. Helm, sarung tangan, dan jaket tidak usah disebutkan lagi karena sudah menjadi peralatan wajib yang harus dikenakan.

Continue reading “Night Charity Bike”

Dunia Pelangi di Mata Anak

Kebersamaan. Keseragaman. Ketidakadaperbedaan. Kata kuncinya adalah sama. Bersama-sama mencicipi kegembiraan. Bersama-sama melalui proses kesenangan. Tanpa kecuali. Dan inilah bentuk atau makna istirahat bagi sosok itu setelah bekerja seharian, enam hari seminggu. Takada keceriaan atau kebahagiaan kecuali melihat dunia pelangi di mata anak-anak. Anak-anak masa depan. Penggantinya kelak.

Continue reading “Dunia Pelangi di Mata Anak”