8 Tempat Instagrammable di Greko Creative Hub

Kosambi. Apa yang terbesit dalam benak saat mendengar nama ini? Pasar? Pusat oleh-oleh? Roti bakar? Rumentang Siang? Benar semua. Eh, ini dia lagi membicarakan daerah Kosambi yang di Bandung ya. Meski memang nama ‘Kosambi’ juga ada di beberapa daerah lain seperti Karawang atau Tangerang. Nah, Kosambi di Bandung, begitu dikenal dengan pasar dan pusat oleh-oleh. Pusat keramaian untuk mencari barang-barang murah. Pusat penjualan sepeda juga, khususnya di area Simpang Lima. Nama ‘Kosambi’ sebenarnya berasal dari nama sejenis pohon dalam marga Schleichera atau suku Sapindaceae. Bentuk fisiknya mirip rambutan karena satu marga. Nama latinnya Schleichera oleosa. Kayunya keras dan katanya sangat baik dibuat arang.

Ngomong-ngomong soal nama pohon yang dijadikan nama tempat atau nama geografis di Bandung, sosok itu jadi teringat dengan statusnya sendiri di FB beberapa bulan lalu. Khususnya setelah mendengarkan kuliah umum Pak Titi Bachtiar di LFM ITB. Ya, nama alam memang selalu dijadikan nama geografis seperti halnya kata ‘Air’ atau ‘Cai’ di Jawa Barat. Perubahan ‘Cai’ menjadi ‘Ci’ tidak berbeda dengan ‘Wai’ menjadi ‘Way’ di Sumatera bagian selatan. Nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama geografis selain Kosambi adalah (ci)Biru, Manglid, (ci)Beunying, (bojong) Loa, Binong, (ci)Ganitri, dan masih banyak lagi. Kebetulan sosok itu tinggal di Ciganitri dan istri berasal dari Binong. Pohon Ganitri sama seperti Pohon Loa, Jawura, Kosambi, Kiara, atau Kapundung, adalah tumbuhan yang membutuhkan banyak air.

Continue reading “8 Tempat Instagrammable di Greko Creative Hub”

Advertisements