Blogger Bisa Apa?

Lomba-02Hutan Indonesia adalah kekayaan alam yang harus dijaga, sebuah keanekaragaman hayati negara yang perlu dilindungi. Kenapa? Hutan tidak hanya menyediakan oksigen untuk manusia tetapi juga menyerap karbondioksida. Hutan juga kaya akan gambut, yaitu lahan yang banyak mengandung karbon dengan ketebalan mencapai 1 hingga 12 meter. Hutan adalah rumah bagi hewan-hewan yang beberapa di antaranya masuk dalam kategori langka. Namun yang terjadi malah sebaliknya, degradasi dan deforestasi hutan terus terjadi.

Hutan dibabat, hutan dibakar, hutan dihancurkan, hutan digunduli, dan hutan diratakan. Lalu diganti dengan perkebunan atau pertambangan. Luas area hutan yang hilang pada 2009 telah mencapai angka 2,24 juta hektar, bandingkan dengan angka 397 ribu hektar pada 2003. Efeknya tidak hanya terjadi pada hutan semata, tetapi kota pun menjerit. Penyakit ISPA akibat asap pembakaran hutan makin meluas. Karbondioksida makin banyak di atmosfer dan menciptakan efek gas rumah kaca. Jika 200 tahun lalu hanya ada 275 parts per million (ppm) karbondioksida, kini ternyata sudah mencapai lebih dari 390 ppm.

Continue reading “Blogger Bisa Apa?”

Advertisements

Bukber Bersaling dan Jejak

Lagi-lagi tentang buka bersama (bukber) yang sudah menjadi budaya menyenangkan di Indonesia untuk mengisi Ramadhan penuh berkah ini. Sosok itu pun mencatat bahwa telah dua kali dirinya mengikuti bukber bersama kawan-kawan bersepedanya di Kota Bandung tercinta. Yang pertama adalah dengan tema Berbuka Sambil (Ingat) Lingkungan (Bersaling) pada 21 Agustus 2011 dan satu lagi undangan dari komunitas Jelajahi Jalur Setapak (JEJAK) yang sedang merayakan milad pertama pada 24 Agustus 2011.

Bersaling diselenggarakan oleh beberapa komunitas hijau seperti Greeneration Indonesia, Forum Hijau Bandung, U-Green, Balad Kuring, dan didukung oleh Majalah Greeners. Acara berbuka bersama ini mengundang ratusan anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan yang ada di Bandung. Acaranya sendiri bertempat di KOLOGDAM, ruangan Mohammad Toha. Acara yang dikemas dari Ashar hingga Isya ini menampilkan beberapa aksi yang tidak kalah menarik dengan sebuah panggung musik.

Continue reading “Bukber Bersaling dan Jejak”

Bercengkerama dengan Alam

Sosok itu mencintai kotanya. Meski lahir di Jakarta, dia begitu mencintai Bandung. Kota keduanya dan tempatnya memadu kasih. Kota terindah yang pernah dijejakinya. Pohon-pohon berusia ratusan tahun. Kontur tanah yang takrata macam pebukitan bergelombang. Masyarakatnya yang ramah. Belum udara segar dan ajibnya bisa menyaksikan hawa nafas di pagi hari. Tapi itu dulu.

Kini Bandung panas. Asap-asap buangan tampak begitu jelas di atas kota. Berkumpul dan semakin banyak, tanpa bisa bergerak kemana-mana. Cekungan danau purba yang mematikan. Emisi gas buang kendaraan telah mencapai 18% di atmosfer. Kualitas udara Bandung sudah tergolong buruk. Masyarakatnya diharuskan mengisap udara yang berbahaya. Selama 55 hari di sepanjang tahun. Belum suhu kota yang bertambah 0,3 derajat celcius setiap tahunnya.

Continue reading “Bercengkerama dengan Alam”

Green School: Konsep Sekolah Masa Depan

l-02_greenschoolHari libur tidak menyurutkan langkah Made Mangku Pastika untuk melakukan kegiatan kemasyarakatan. Minggu, 4 Oktober 2009 misalnya, Gubernur Bali ini melakukan kunjungan kerja ke Green School yang berlokasi di Banjar Saren, Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Badung. Sekolah ini memang diresmikan olehnya pada Mei 2009 lalu.

John Hardy, pengusaha perak asal Kanada yang juga pendiri Yayasan Kulkul, pengelola sekolah ini, menyambut ramah kedatangan Gubernur beserta rombongan. Kepada Gubernur, John Hardy menjelaskan bahwa ide dasar pembangunan sekolah di atas areal seluas 8 hektar itu adalah untuk menerapkan ajaran Trihita Karana. Oleh karena itu, tidak ada bahan buatan pabrik atau zat kimia yang dipergunakan di sekolah ini. Merokok pun tidak diperkenankan.

Bahan-bahan bangunan dipilih hampir seluruhnya dari bambu. Meja, kursi, rak, dan lemari tempat menyimpan buku yang digunakan sehari-hari oleh anak didik semuanya terbuat dari bambu. Sedangkan atap bangunan dibuat dari ilalang. Melihat hal tersebut, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa memasuki sekolah ini seperti memasuki sebuah kompleks bangunan megah yang semuanya terbuat dari bambu dan ilalang dengan bentuk yang sangat indah dan khas.

Continue reading “Green School: Konsep Sekolah Masa Depan”

KALPATARU

l-01_kalpataruUntuk mendorong dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup sejak tahun 1980 memberikan penghargaan lingkungan bernama KALPATARU. Penghargaan diberikan kepada masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok yang telah memberikan sumbangsihnya pada upaya pelestarian fungsi lingkungan. Melalui pemberian insentif ini, diharapkan inisiatif masyarakat dalam melestarikan fungsi lingkungan semakin berkembang, khususnya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan di sekitarnya.

KALPATARU berasal dari kata KALPA yang berarti kehidupan dan TARU yang berarti pohon. Secara utuh dimaknai sebagai pohon kehidupan yang mencerminkan tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang. KALPATARU juga dianggap sebagai pohon penghidupan, yaitu pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan (KBBI, Balai Pustaka). Lambang KALPATARU diadopsi dari relief yang terdapat pada dinding Candi Mendut dan Candi Prambanan yang merefleksikan harmonisasi antara hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

Continue reading “KALPATARU”

Eco-Hotel: Konsep Hijau pada Sebuah Hotel

Sungguh miris mendengar kenyataan bahwa Bandung bukan lagi sebuah kota yang layak huni. Bagaimana tidak, konsep pertama dibangunnya Kota Bandung sebagai kota taman dan peristirahatan untuk 500 ribu penghuninya, ternyata pada tahun ini penghuninya sudah mencapai angka 2,5 juta orang. Belum lagi pada masa weekend atau liburan panjang yang dijamin terjadi peningkatan signifikan karena banyaknya wisatawan yang berduyun-duyun memacetkan lalu lintas kota ini. Sedih rasanya apalagi mendengar kenyataan ini dari mulut Pak Askari yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Beliau membuka acara “Eco-Hotel Rating Workshop” yang diadakan di Carios Lounge Hotel Aston Braga hari Rabu (11/2) mewakili Walikota Bandung Dada Rosada yang tidak dapat hadir. Saya sendiri hadir sebagai perwakilan dari Komunitas Batagor alias Bandung Kota Blogger.

Continue reading “Eco-Hotel: Konsep Hijau pada Sebuah Hotel”