Perjalanan Hati

Jika benar cinta ini karena-Nya, biarkanlah ia mengikuti aliran-Nya
Cinta berhulu dari-Nya, maka ia pun akan berhilir kepada-Nya
Duhai Sang Maha, jika aku ditakdirkan untuk jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu

Sederhana. Ya, wajahnya begitu sederhana. Sorot matanya juga meneduhkan. Kalau pun senyumnya bisa kugambarkan, ia laksana kesejukan tetesan embun pagi yang jatuh pada mawar merah. Hmmm … kadang aku tersenyum sendiri jika mengingatnya, meski aku belum pernah berjalan bersama selangkah pun dengannya dan bahkan tidak memiliki kenangan bersama dengannya. Senyumnya juga tak pernah sampai padaku, entahlah. Aku selalu berusaha mencari garis lurus agar mataku dapat terhubung pada matanya. Di antara banyak manusia, aku selalu berusaha mencari celah itu hingga laksana orang dalam kegelapan yang sedang mencari setitik putih meski bukan cahaya.

Continue reading “Perjalanan Hati”