Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta

Keseruan travel blogger gathering di atas kereta kali ini benar-benar akan terjadi. Bukan hanya di tempat tujuan, tetapi juga pada perjalanan menuju ke sananya. Ya, setiap perjalanan adalah pengalaman yang amat berarti. Semakin sulit perjalanannya, tentu pengalaman yang didapatkan akan semakin menarik. Tingkat kesulitan biasanya dihubungkan dengan fasilitas atau difasilitasi dan perjuangan sendiri untuk mencapai titik mepo (meeting point). Sebagai blogger yang ditunjuk untuk membantu, sosok itu memiliki ide berbeda agar peserta gathering mendapatkan pengalaman tersendiri, khususnya dalam perjalanan. Tidak menggunakan mobil sewaan (seperti biasanya), para peserta diminta untuk naik kereta menuju mepo.

Rabu (13/9) siang itu, dia sendiri telah sampai di Stasiun Kiaracondong, tepat pukul 11:00. Rencananya sosok itu akan berangkat naik kereta menuju Stasiun Banjar. Ada beberapa blogger yang akan turut serta dari stasiun yang sama. Total ada delapan orang. Sedangkan dari Jakarta, Bogor, dan Purwakarta, ada lima blogger yang akan menggunakan kereta yang sama, Serayu Pagi. Dari kota lain, juga ada beberapa blogger yang berangkat menuju mepo, seperti Garut, Semarang, dan Jogja. Total, bakal ada 20 blogger yang mengikuti Travel Blogger Gathering di HAU Citumang. Sudah kebayang, kan, gimana serunya nanti?

Continue reading “Keseruan Travel Blogger Gathering di Atas Kereta”

Advertisements

After Weekend di HAU Citumang

Awalnya sosok itu berpikir bahwa Pangandaran begitu-begitu saja: jalan-jalan di pantai, berenang-renang ke tepian, berkunjung ke pasir putih atau goa di area cagar alam yang memisahkan pantai barat dan timurnya, atau berleha-leha di hotel/vila di kolam renang pribadinya. Jangan dulu bercerita soal Green Canyon atau Cukang Taneuh ya, karena dia sendiri belum pernah ke sana dan kepengen banget mau ke sana. Next trip lah! Selama hampir dua tahun tinggal di Desa Wonoharjo saat KKN dulu, dia hanya main di pantai, mencuri cokelat dari kebonnya Mbak Tutut, dan mengajar anak-anak kampung. Termasuk saat piknik bersama keluarga dua tahun sekali, ya hanya melakukan yang sudah disebutkan di atas.

Untunglah ada kesempatan untuk melihat ‘wajah lain’ dari Pangandaran, tepatnya di suatu tempat agak ke dalam di daerah Parigi. Sosok itu melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana setelah kabur dari peradaban kota, dirinya langsung terhipnotis oleh keasrian alam yang benar-benar masih alami. Sesuatu yang amat didambakan. Berangkat dari Bandung hari Minggu pukul 16.00, tepatnya dari Buah Batu Regency, dia mencoba menghabiskan after weekend di tempat yang belum pernah dikunjunginya itu. Di tengah perjalanan, mereka berdua sempat shalat Maghrib dan makan malam di Ciawi, lalu bermacet-macet ria dari Tasikmalaya hingga Ciamis, hingga akhirnya sampai Pangandaran pukul 23.00, dan baru sampai di HAU Citumang pukul 23.30.

Continue reading “After Weekend di HAU Citumang”