Merevisi Kehidupan dan Tulisan

“Revision is one of the true pleasures of writing. I love the flowers of afterthought.” ~Bernard Malamud

Mau nulis apa hari ini? Sosok itu mengernyit. Mungkin menulis tentang lalat yang terbang merendah. Aroma kue bolu mengundangnya untuk mendekat. Kepakannya begitu cepat dan mencipta suara dengung yang khas. Tangan sosok itu pun mengibas. Sang lalat menjauh, melewati pintu dan terbang entah kemana. Sosok itu lalu menggigit kue bolu yang ada di tangannya. Asap mengepul dari cangkir susu coklat semakin menambah seleranya bersarapan.

Keseharian kita semakin monoton? Tentu peristiwa di atas menjadi takbermakna karena sudah menjadi sesuatu yang klasik. Begitu-begitu saja. Bangun pagi, beraktivitas di kamar mandi. Sambil bersantai, mencoba menikmati secangkir kopi atau coklat panas. Ditemani kue bolu atau roti atau gorengan hangat. Takada yang baru. Yah, inilah kehidupan.

Continue reading “Merevisi Kehidupan dan Tulisan”

Advertisements

Misteri Kehidupan

Kehidupan: hidupku
Adalah misteri yang kelam
Bercabang dan bercahaya suram
Dan inilah hidup: kehidupan
Duniaku

Dan manusia masih saja bertanya tentang arti hidup. Beberapa mencari. Beberapa mendiamkannya ke dalam lipatan buku, lalu membalik halaman berikutnya. Beberapa melompat jauh ke belakang. (Mencoba) memaknai kelahiran mereka. Menjadi manusia baru yang tidak tahu apa-apa. Tidak tahu siapa dan mengapa. Telanjang. Lalu menangis dan pasrah.

Siapa yang mengetahui tentang dirinya sendiri?

Continue reading “Misteri Kehidupan”

Bersepeda Menuju Kesalehan Diri

Bersepeda itu tidak hanya sebagai sarana olahraga atau sebagai alat transportasi saja. Akan tetapi, sepeda pun bisa dijadikan ajang menuju kesalehan diri. Lihat saja bagaimana salah seorang pesepeda ontel pernah berujar, “Saya suka naik sepeda karena dengan sepeda saya bisa lebih sehat dan membumi bergaul dengan orang-orang bersahaja. Saya pun bisa tersenyum kepada mereka. Bukankah senyum itu sedekah, pahala sekaligus ibadah?”

Continue reading “Bersepeda Menuju Kesalehan Diri”

KALPATARU

l-01_kalpataruUntuk mendorong dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup sejak tahun 1980 memberikan penghargaan lingkungan bernama KALPATARU. Penghargaan diberikan kepada masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok yang telah memberikan sumbangsihnya pada upaya pelestarian fungsi lingkungan. Melalui pemberian insentif ini, diharapkan inisiatif masyarakat dalam melestarikan fungsi lingkungan semakin berkembang, khususnya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan di sekitarnya.

KALPATARU berasal dari kata KALPA yang berarti kehidupan dan TARU yang berarti pohon. Secara utuh dimaknai sebagai pohon kehidupan yang mencerminkan tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang. KALPATARU juga dianggap sebagai pohon penghidupan, yaitu pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan (KBBI, Balai Pustaka). Lambang KALPATARU diadopsi dari relief yang terdapat pada dinding Candi Mendut dan Candi Prambanan yang merefleksikan harmonisasi antara hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup.

Continue reading “KALPATARU”

Lima Menit Lagi

Pada sebuah taman bermain di tengah kota, seorang ibu duduk di sebelah seorang pria. Keduanya boleh dibilang tidak saling mengenal, tetapi tampak kalau keduanya sedang menunggui anak mereka yang asyik bermain.

“Itu anak saya,” tunjuk ibu itu pada seorang anak lelaki yang memakai baju merah yang sedang main perosotan.

“Anak yang tampan,” ujar pria itu menghormati sang ibu. “Itu anak saya yang sedang bersepeda dengan baju putihnya,” tunjuknya berganti pada seorang anak perempuan yang sedang bersepeda.

Sang ibu pun mengangguk tersenyum.

Beberapa saat kemudian, pria itu melihat jam tangannya, lalu memanggil anaknya. “Putri, sudah saatnya kita pulang. Ayo….!”

Continue reading “Lima Menit Lagi”