Bermotor Ria ke Monas

BangAswi (dot) Co telah tiada ~ Pernah di sudut malam, gue bilang ke Umi, “Hon, dah pernah belom ke Dufan?” Istri gue saat itu langsung menggelengkan kepala. “Tinggal nunggu diajakin Abang aja. Kapan aja Abang siap dan punya uang, ane pasti langsung ho-oh, Bang.” Itu dulu. Gue udah sering bolak-balik ke Ancol. Lah Umi? Untung saja dia pernah ke Dufan bersama teman-teman kuliah saat liburan dua tahun kemarin. Tinggal anak-anak yang belum ngerasain. Monas?! Nah, ini dia yang belum dijabanin. Paling tidak bersama keluarga kecil gue.

Alhamdulillah, lebaran 2012 kemarin akhirnya kesampaian juga. Monas pun bisa kami elus. Gak tanggung-tanggung, gue dan keluarga naik motor dari Bandung demi menikmati simbol keagungan kota Jakarta dan bahkan negara Indonesia itu. Gue memang kelahiran Jakarta mesti bukan orang Betawi. Tapi tanah Betawi ini tidak dapat dipisahkan lagi dari keluarga gue. Kakak ipar dan adik ipar gue orang Betawi asli. Mereka dilahirkan dan dibesarkan di kawasan PIK Pulogadung dan Tanah Abang. Hanya saja gue harus merantau ke Bandung dan kemudian meminang ‘neng geulis’ Umi sampai akhirnya tinggal juga di Tatar Parahyangan.

Continue reading “Bermotor Ria ke Monas”

Advertisements

Yuk, Bersepeda di Jalan Raya

Kualitas udara yang buruk dapat mempengaruhi fungsi paru-paru para pesepeda seperti bersepeda di dekat pembuangan asap bis atau mobil. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap para pembawa pesan bersepeda (cycling messengers) di London yang dilakukan oleh Universitas Brunel. Mereka mengatakan kalau efek negatif dari udara yang buruk itu membuat kesehatan para pesepeda itu makin buruk. Meskipun para pesepeda itu memilih waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, hasilnya ternyata tidak terlalu mempengaruhi. Sementara itu peneliti dari Universitas New South Wales menyatakan bahwa kesehatan para pesepeda akan lebih terjaga kalau ada banyak orang yang bersepeda di jalan. Nah, yang jadi pertanyaan penting adalah apa yang harus dilakukan para pesepeda? Apakah harus bersepeda pada waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, menghindari jalur bis, atau menggunakan masker?

Masker memang bisa menjadi salah satu alternatif karena mengubah kinerja paru-paru menjadi lebih baik setelah bekerja selama 7,5 jam di jalan-jalan London yang sibuk daripada tidak memakai masker. Pada saat tingkat polusi sedang tinggi, kinerja paru-paru berkurang lima persen dan para pelakunya mengalami efek “acute inflammation” atau rasa sakit (yang kadang-kadang disertai panas) pada paru-paru mereka. Saat kualitas udara kembali membaik, kinerja paru-paru juga kembali normal. Perlu diketahui bahwa paru-paru adalah penghantar terbaik sehingga hanya membutuhkan 10 detik untuk menghantarkan partikel-partikel asap rokok yang terhisap untuk mencapai otak.

Continue reading “Yuk, Bersepeda di Jalan Raya”