Undangan Oh Undangan

Undangan memang selalu yang ditunggu-tunggu, apalagi bagi sosok itu. Selama bersifat ‘simbolisme mutualisme’ alias kerjasama yang saling menguntungkan, tentu akan membuat silaturahmi yang terjalin menjadi bertambah erat. Kalau dalam bahasa bisnis, harus ada BEP-nya. Kalau kata @PelancongMalas paling tidak minimal adalah makan siang. Intinya makan-makaaan. Ini bukan hanya masalah perut yang harus dikompromikan, tetapi juga hitung-hitung merasakan beberapa kuliner yang memang menjadi ciri khas dari suatu tempat yang sudah dikunjungi.

XL-1

bersama Catur, CiFer, dan Ika di Dacosta Cafe & Lounge

Berkenaan dengan undangan, sosok itu tidak akan membahas tentang undangan pernikahan. Soalnya kalau ngomongin yang itu kecenderungan menu makanannya adalah standar alias biasa. Selain menu makanan berat a.k.a. nasi, makanan pendampingnya tidak akan jauh-jauh dari siomay, sate, dan es krim. Kalaupun ada yang lebih kreatif pun tidak akan jauh dari soto, baso, dan sejenisnya. Wajar saja karena semua makanan itu adalah makanan umum yang dicari banyak masyarakat. Ngaku dah!

Continue reading “Undangan Oh Undangan”