Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)

“Bagaimana memulai menulis?”
“Begitu sulitnya membuat tulisan!”
“Apa resep menulis yang jitu?”
“Begitu banyak ide di kepala tapi hingga sekarang takada satupun yang terselesaikan dalam bentuk tulisan. Bagaimana ini?” Dan berbagai pertanyaan muncul di setiap pertemuan kepenulisan. Semua mengeluhkan betapa sulitnya memulai kegiatan menulis.

Untuk beberapa orang, teori bisa jadi dibuang jauh-jauh. Alasannya mudah saja, yaitu karena teori berawal dari praktik yang kemudian dituliskan menjadi sebuah teori. Namun, tanpa adanya teori bisa jadi takada pembelajaran bagi yang mau belajar. Inilah pentingnya sebuah teori bagi yang ingin belajar. Inilah pentingnya sebuah sekolah atau akademi pendidikan. Dan oleh karena itulah sosok itu mengeluarkan lagi sebuah jurus menulis baru yang dikenal dengan TEORI.

Continue reading “Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)”

Advertisements

Melatih Kepenulisan: Apabila John Bertemu John

Seorang penulis tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Waktu baginya, adalah menulis. Tanpa ide pun ia akan menulis. Yang ada di pikirannya adalah menulis, bukan ingin menulis apa. Dan ketika menulis, ia akan menemukan gagasan akan menulis apa. Sungguh tepat jika William Forrester mengatakan, “Menulislah (pada saat awal) dengan hati. Setelah itu, perbaiki tulisan Anda dengan pikiran. Kunci pertama dalam menulis adalah bukan berpikir, melainkan mengungkapkan apa saja yang dirasakan.” William Forrester adalah tokoh fiksi dalam film Finding Forrester yang diperankan dengan sangat apik oleh Sean Connery.

Nah, yang jadi permasalahan adalah bagaimana kita mau menulis kalau apa yang mau ditulis saja tidak tahu? Ternyata jawabannya mudah, itu pun kalau sobat baraya mau meneruskan membacanya.

Continue reading “Melatih Kepenulisan: Apabila John Bertemu John”