Bandung Asia African Carnival 2019

Sosok itu selalu suka dengan keramaian, apalagi yang melibatkan dengan kebudayaan daerah Jawa Barat. Makanya menjelang Bandung Asia Africa Carnival 2019, dia sudah mempersiapkan diri untuk hadir. Alhamdulillah setiap tahunnya bisa menghadiri perhelatan akbar di Kota Bandung yang sudah masuk agenda nasional ini. Beberapa kali bahkan menjadi peliput resmi.

H-1 Mang Oded selaku Walikota Bandung sudah mewanti-wanti bahwa acara ini bakal pinuh pisan. Dan memang seperti biasa, acara karnaval dengan melibatkan puluhan komunitas, selalu ramah dan padat. Lalu lintas di sekitar Jalan Asia Afrika pun terkena imbasnya dengan kemacetan yang luar biasa. Biarin sajalah, acara tahunan ini. Pagar-pagar besi pun sudah dipasang di tepian jalan utama.

Continue reading “Bandung Asia African Carnival 2019”

Advertisements

Kapak Ibrahim: Merayakan Perdamaian

“Dan saya minta kepada Tuan-tuan, janganlah hendaknya melihat kolonialisme dalam bentuk klasiknya saja, seperti yang kita di Indonesia dan saudara-saudara kita di berbagai wilayah Asia-Afrika mengenalnya. Kolonialisme mempunyai juga baju modern, dalam bentuk penguasaan ekonomi, penguasaan intelektuil, penguasaan materiil yang nyata, dilakukan oleh sekumpulan kecil orang-orang asing yang tinggal di tengah rakyat…. Di mana, bilamana, dan bagaimana pun ia muncul, kolonialisme adalah hal yang jahat, yang harus dilenyapkan dari muka bumi.” (Pidato Pembukaan Konperensi Asia Afrika, 18 April 1955, di Gedung Merdeka)

Itulah petikan pidato Bung Karno yang mengawali album kecil Adew Habtsa & Kapak Ibrahim, bertajuk “Merayakan Perdamaian”. Album musikalisasi puisi ini terdiri atas tujuh lagu dan tiga petikan pidato Bung Karno. Noel Saga juga turut membacakan puisi di “Kepada Cak Roes” dan “Istana Bogor”. Adapun petikan pidato yang kedua terpapar jelas pada bagian akhir lagu “Bandung” yang ingin menjelaskan bagaimana spirit Bandung belumlah mati dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa kulit berwarna dari penjajahan. Sangat wajar jika PM Nehru menyebut kota Bandung sebagai kota Asia Afrika. Bahkan, salah satu pidato Bung Karno ketika Indonesia merdeka masih dalam benak, jauh sebelum tercetus adanya Konperensi Bandung, telah begitu memusuhi kolonialisme.

Continue reading “Kapak Ibrahim: Merayakan Perdamaian”