Kabayan Vs Kang Ibing (Sebuah Obituari)

Kabayan pulang ke rumah, disambut oleh kawannya.
“Haaarrr…, dari mana saja, Kabayan?”
“Dari mana saja…. Dari situ boleh, dari sana boleh.”
“Gara-gara kamu, Kabayan. Dari tadi saya menunggu, jadi saya kesiangan ke sawah.”
“Suruh siapa pake ke sawah segala? Waae … sawahnya saja suruh ke sini.”
“Ngaco! Yang bener kalau ngomong.”
“Tidak bener bagaimana? Ini juga bener ngomong mah, pake mulut. Kalau saya ngomong pake pantat, itu baru tidak bener. Mmm….”
“Bukan begitu, Kabayan. Kalau orang yang seperti kita tidak mau mengurus sawah lagi, kita akan kelaparan. Orang yang di kota juga.”
“Biar saja!”
“Naha?”
“Saya mah tidak pernah makan sawah. Makan nasi!”
“Sudah! Sudah! Pokoknya kita pergi ke sawah sekarang!”
“Heh-heh-heh-heh … iya, hayu. Sekarang kita atur bergantian. Sekarang kamu pergi ke sawah, saya nunggu di rumah. Tah, nanti … saya nunggu di rumah, kamu pergi ke sawah. Apan adil, tah.”
“Adil! Adil! Licik tau!”
“Hehehe… zaman sekarang mah kalau tidak licik, tidak kebagian, Penjol.”
“Penjol! Penjol! Kepala kamu yang penjol! Heh, Kabayan, Kabayan, sebagai seorang sahabat, saya hanya sekedar mengingatkan.”
“Sebagai seorang sahabat, saya hanya sekedar berterima kasih.”
“Jadi jangan terima enaknya saja.”
“Memang enak.”
“Apa yang enak?”
“Bulu ayam,” jawab Kabayan sambil mengilik kuping.
“Kabayan, tiap hari kerjamu ngilik kuping melulu, kapan mau pergi ke sawah?”
“Kamu juga sama, cuman ke sawah melulu. Kapan mau ngilik kuping?”
“Nih, cangkul. Ini bisa menolong mencari makan, tau!”
“Tau! Jadi ini harus dijual ke mana?”
“Bukan untuk dijual, Bodo! Buat menggarap sawah. Sana pergi!”
“Sekarang?”
“Nanti, sudah kiamat!”
“Haaah….”
“Kabayan! Saya denger, di rumahnya Pak Anom ada khitanan massal, nyunatin anak-anak yatim.”
“Oooh … jadi, saya harus ke sana, nyunatin anak-anak yatim dengan pacul ini.”
“Bukan begitu … saya denger nanti malam mau ada pesta. Kalau bener begitu, nanti malam kita ke sana. Kita nonton wayang, sambil kita mencari … awewe.”

Continue reading “Kabayan Vs Kang Ibing (Sebuah Obituari)”

Advertisements