(Masih) tentang Kabayan

Businessman

Kabayan baru saja memulai perusahaannya. Dia menyewa kantor yang apik dan mengisinya dengan perabotan kantor yang antik. Saat menikmati kantor barunya dengan memainkan kursi, Kabayan melihat ada orang yang akan masuk ke dalam kantornya. Dengan penuh gaya dan berharap akan dipandang hebat, Kabayan segera mengangkat telepon dan berpura-pura sedang mengerjakan proyek besar. Dia mengatakan kalau perusahaannya bisa dipercaya dan semua kliennya adalah perusahaan ternama, serta belum pernah gagal dalam mengerjakan proyek.Pada akhirnya, Kabayan meletakkan telepon dan bertanya pada orang yang datang itu, “Apa yang dapat saya bantu?”

Orang itu pun menjawab, “Ya, saya ingin mengaktifkan saluran telepon Anda.”

Continue reading “(Masih) tentang Kabayan”