Hamparan = Kebebasan

Semuanya adalah kebahagiaan
Keindahan kebersamaan
Meskipun di sini hanya kesendirian
Namun tersembunyi kesenangan

Baca juga artikel sebelumnya atau melihat daftar isi

Membangun Kebahagiaan Keluarga (2)

Lanjutan …

Ibrahim Kafi: “Ia adalah prototype istri yang mengerti kapan waktu yang tepat untuk berbincang dengan suaminya perihal permasalahan yang muncul di rumah. Ia tidak memaksa suaminya membelikan sesuatu untuk anaknya, hanya karena anak tetangga punya mainan atau sesuatu yang baru. Ia tidak menyuruh suaminya ‘berang’ hanya karena anaknya dilukai anak tetangga saat bermain. Ia tidak meminta dibelikan sesuatu di luar kemampuan suaminya. Ia tidak membebani suaminya dengan ‘tanggungan’ yang tidak sanggup dilakukan sang suami. Ia selalu menjaga diri, suami dan anak-anaknya agar tidak diterpa malapetaka dunia dan siksa ahirat. Ia selalu memompa semangat hati dan jiwa suaminya agar bisa berbuat yang terbaik untuk anak-anaknya. Ia selalu mewadahi keresahan jiwa suaminya. Tidak membuat suaminya marah atau putus asa. Jika sang suami jatuh sakit, ia akan merawatnya sebaik mungkin. Jika penghasilan suami tidak cukup atau kehilangan sumber mata pencarian hidup, ia tidak menghardik maupun menistanya. Ia selalu menyemangati suaminya untuk mencari rezeki yang halal. Ia selalu setia mendampingi suaminya, baik dalam suka mapun duka.”

Presenter: “Lantas bagaimana dengan suami ideal?”

Continue reading “Membangun Kebahagiaan Keluarga (2)”

Memberi adalah Kebahagiaan

Adalah kesenangan
: Joy of life
Takada yang berkesan
Selain bisa berbagi

Bisa jadi pertanyaan ini lebih cocok ditujukan pada sang paman. Ada alasan yang menguatkan, yaitu seringnya beliau mengadakan silaturahmi berupa kuis atau pagelaran. Dan kalau pertanyaan ini ditujukan pada sosok itu, jawabannya bisa jadi sama atau takjauh berbeda dengan sang paman.

Continue reading “Memberi adalah Kebahagiaan”