Hari Istimewa yang Menyedihkan

Sesuatu yang tidak diharapkan
Kadang terjadi, tanpa bisa dihindari
Hanya kasih dan sepenuh dekapan
Penanda bahwa ada kasih kami setiap hari

Bibin-3Sosok itu berjalan mengikuti langkah sang belahan jiwa, @ummibindya. Pergerakannya terbatas karena beban sang jabang bayi yang siap dilahirkan. Apakah ia akan keluar hari itu? Ternyata tidak. Ia belum mau keluar. Alasan medis mengatakan memang sudah pembukaan tiga, tetapi belum waktu. Hmm, sosok itu berpikir, mungkin sang jabang bayi ingin menyempurnakan segalanya di dalam rahim. Belum waktunya.

Beberapa hari kemudian sang belahan jiwa dibawa lagi ke rumah sakit. Santai saja. Toh, semua perbekalan melahirkan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Angkot pun berjalan agak lambat. Bahkan, sempat-sempatnya mampir memasuki Jl. Gumuruh karena ada calon pasien IGD yang harus segera dilarikan ke rumah sakit (RS). Sesampainya ke kamar bersalin, bidan mengatakan masih belum. Sang belahan jiwa pun mengajak sosok itu untuk berjalan-jalan di sekitar RS. Bahkan, masih sempatnya menyeterikan baju beberapa stel.

Continue reading “Hari Istimewa yang Menyedihkan”