Nasi Goreng Maicih

Sukses tidak berarti kemudian diam
Ia harus bergerak dan terus bersenandung
Dan semua itu terbukti pada suatu malam
Berawal dari keripik hingga menjelma warung

Baiklah, ini sebuah prolog. Menjadi sebuah pembelajaran bagi sosok itu setelah menyelesaikan tulisan (yang pembuatannya sampai berdarah-darah), agar tetap berhati-hati dan tidak sembrono. Akibatnya, satu tulisan jadi yang sedianya sudah diposting jauh-jauh hari menjadi mentah begitu saja karena hilang. Ter-delete. Dicari-cari dengan cara ‘undo‘ maupun di ‘recycle bin‘ tetap tidak ada. Untuk menulis ulang (ternyata) dibutuhkan kemampuan yang lebih, apalagi di sana ada banyak data yang tidak mudah didapatkan. Tapi inilah yang terjadi. Benar-benar menjadi pembelajaran. Bismillah … dan inilah tulisan kedua yang jelas tidak sama persis dengan tulisan pertama. Mungkin tidak sesempurna tulisan awal, tetapi paling tidak, enak dibaca dan dapat memberikan informasi.

Continue reading “Nasi Goreng Maicih”