Gairah Bertempur Sampai Klimaks

Siapa pun pasti suka dengan gerakan aksi. Ada hormon adrenalin yang tercurahkan sehingga menimbulkan sensasi berbeda dari keadaan normal sehari-hari. Meski kita tidak suka dengan hal kekerasan di alam nyata atau bersinggungan dengan fisik kita sendiri, tetapi pada umumnya manusia membutuhkan dengan hal itu. Oleh karena itulah–untuk amannya–mereka menghabiskan hormon adrenalin pada permainan-permainan tertentu atau menonton film-film berbau aksi.

Film-film pertempuran adalah salah satu film bergenre aksi yang amat diminati–meski hati kecil kita sangat membenci peperangan. Ada keringat, ada jantung yang berpacu, ada darah, ada strategi, dan juga ada airmata di sana. Semuanya berkumpul menjadi satu dan pada akhirnya menjadi hiburan bagi mental kita yang kehausan. Akan tetapi semua itu pun tidak bisa disamaratakan karena masih ada juga manusia yang berhati damai. Benci dengan darah. Benci dengan pertempuran. Wallahu’alam.

Continue reading “Gairah Bertempur Sampai Klimaks”

Lebih Nikmat dari Seks

: kenikmatan
bisa jadi bernilai subjektif

Sudah lama sosok itu tidak menulis tentang teori menulis. Akan tetapi apa yang Anda baca ini bisa jadi memang teori, namun tidak bagi sosok itu. Apa yang dituliskan di sini memang sudah dipraktikan dalam hidupnya sebagai seorang penulis. Sudah masuk ke dalam tataran membuktikan sehingga kenikmatan menulis tidak hanya bertemu pada titik klimaks seperti halnya seks tetapi sudah masuk ke dalam wilayah jauh lebih hebat dari hanya sekadar klimaks.

Continue reading “Lebih Nikmat dari Seks”