Elang Jawa dan Energi Terbarukan

Garut, selalu menjadi kota yang dekat di hati sosok itu setelah Bandung. Mau tahu kenapa? Mayoritas kawan-kawan terdekatnya adalah dari Garut. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandung untuk kuliah, induk semangnya adalah asli Garut. Tiada hari yang diperbincangkan selain kampung halamannya. Dan sekarang, paling tidak dua minggu sekali selalu naik motor melewati Garut demi mengunjungi Kakak Bintan yang lagi mondok di Singaparna. Hanya butuh sekira 2 jam untuk dapat sampai di sana dan makan dorokdok sampai kerongkongan kering hehehe. Jauh sebelum semua itu, ternyata dia juga pernah ke Garut saat masih berseragam putih abu-abu, tujuannya adalah Kamojang.

Ada apa dengan Kamojang? Sosok itu ingat bahwa dia ke sana karena diajak oleh kawannya yang asli orang Banten tetapi memiliki saudara yang tinggal di Garut. Mereka berdua memiliki orangtua yang sama-sama bekerja di PLTU Tg. Priok. Saudara kawan itu bekerja di PLTP Kamojang sehingga punya akses untuk bisa melihat dari dekat uap panas yang keluar dari perut bumi. Pengalaman takterlupakan. Suara bising memekakkan telinga yang berasal dari uap panas sehingga dia diajarkan untuk mengambil batang alang-alang yang tumbuh subur guna dijadikan alat penyumbat telinga. Uap yang keluar pun bisa dijadikan alat permainan dengan melempar botol bekas air mineral ke lubangnya, dan botol tersebut langsung terbang dengan bentuk yang tidak utuh lagi. Air panasnya yang tersebar membentuk kolam bisa dijadikan untuk merebus telur. Mengasyikkan.

Continue reading “Elang Jawa dan Energi Terbarukan”

Sudah Harmoniskah Industri dengan Lingkungannya?

Sosok itu tertidur. Wajar saja karena semalam dia tidak tidur. Kalaupun hanya memejamkan mata, hanya beberapa menit dan tentu saja waktunya terbilang kurang. Saat dirinya harus pergi ke Jakarta pagi ini, akhirnya waktu dua jam perjalanan awal dihabiskan untuk tidur. Ya, tubuh bagaimanapun juga memiliki hak untuk istirahat. Berbicara soal hak, sudah selayaknya kalau Planet Bumi ini harus bersuara lantang, bahwa mereka juga mempunyai hak untuk dilindungi. Oleh siapa? Tentu saja oleh manusia yang tinggal di atasnya. Lebih khusus lagi oleh industri yang sudah jelas-jelas mengambil dan menguras Sumber Daya Alam (SDA). Nah!

Blogger-13

Sang Petualang narsis dulu ya … setelah tidur selama perjalanan ^_^

Continue reading “Sudah Harmoniskah Industri dengan Lingkungannya?”