ASWI : Bercermin

Bercermin adalah tindakan jujur bagaimana kita memahami diri sendiri tanpa ada maksud untuk menutupi sesuatu yang membuat kita ‘jatuh’. Bercermin merupakan budaya memaknai ‘siapa saya’ sehingga bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat dan juga mampu mengelola potensi diri agar bisa dikembangkan menjadi energi positif yang semakin membuat kita ‘bersinar’. Ya, sudah saatnya bagi kita untuk bercermin agar bisa terlihat mana bagian tubuh kita yang harus ditonjolkan dan mana yang harus disembunyikan. Bercermin tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain agar kita bisa menjadi pribadi yang tidak merugikan orang lain. Jadi, sudahkah sobat baraya bercermin hari ini?

ASWI memang nama saya, tetapi kata ini bermakna ganda. Ini adalah konsep yang saya tawarkan kepada sobat baraya sebagai modal untuk mengetahui siapa diri sobat baraya sendiri dan memahami apa mau sobat baraya dalam hidup ini. Inilah konsep yang membuka diri sobat baraya selebar-lebarnya hingga kemudian memutuskan apa yang harus sobat baraya lakukan. Apakah sobat baraya akan berdiam diri, berjalan seadanya, atau berlari dengan kecepatan tinggi? Konsep ini bisa saja tidak sesuai dengan sobat baraya, namun tidak ada larangan untuk belajar memahaminya dan mungkin—suatu hari nanti—sobat baraya pun akan menerapkannya. Kalaupun sudah sesuai, tinggal dipraktikkan saja. Jangan ditunda-tunda lagi. Mulailah dari sekarang.

Continue reading “ASWI : Bercermin”