Sehat Itu Mutlak, Bukan Main-Main

Sosok itu menerawang. Jauh ke masa lalu, sekira sepuluh tahun silam. Pada saat dirinya masih berstatus mahasiswa. Pada saat dimana dengan sekuat tenaga, dia mencoba menyelesaikan ujian praktikum. Ujian pertama yang di hadapinya. Meski tubuhnya menggigil. Meski sudah berbalut jaket tebal dan berbalut lagi dengan jas labnya.

Hari itu memang berhasil, tapi tidak dengan hari-hari berikutnya. Dengan muka pasi, dirinya memaksakan diri ke luar kota: keesokan harinya. Semalam hampir saja dia kehilangan kesadaran. Perutnya makin membuncit yang entah penyebabnya. Dan di depan kedua orangtuanya, sosok itu menjatuhkan diri. Letih, yang amat sangat. “Mirip tengkorak hidup,” ujar sang ibu.

Continue reading “Sehat Itu Mutlak, Bukan Main-Main”

Advertisements