(Hampir) BBQ-an dengan Ridwan Kamil

It takes hands to build a house,
But only hearts can built a home

Cawan-Kitchen_2Adem. Tulisan yang menghangatkan hati. Itulah yang dirasakan sosok itu saat membacanya. Entah siapa yang menciptakannya. Setelah mencari-cari pun ternyata memang penciptanya tidak dikenal. Namun tulisan atau quotes ini memang popular, dan sering dipakai di beberapa resto atau kafe. Salah satu yang memakainya adalah Cawan Kitchen, sebuah kafe artistik di Jl. Ciumbuleuit, tepat di seberang Hotel Harris. Bangunan yang dipakai adalah rumah lama dengan bentuk yang masih terlihat jelas, tapi sudah didekor ulang di bagian dalamnya. Bentuk garasinya masih terlihat dan sosok itu memilih tempat di sana. Warna catnya didominasi warna putih, cocok dengan warna kursi besinya, sisanya dipadupadankan dengan warna kayu pada meja. Penyeimbangnya adalah beberapa pohon sedang dan tanaman kecil. Romantis.

Continue reading “(Hampir) BBQ-an dengan Ridwan Kamil”

Nge-Date di Decobar

Nge-date atau berkencan dengan sang belahan jiwa boleh dibilang amat jarang. Mungkin kalau bersama anak-anak, sudah lumayan banyak. Tapi berbeda kalau–catat ya– … hanya berdua. Dan misalnya neh ada kesempatan untuk berkencan, tentu akan diusahakan semaksimal mungkin. Meski jujur, sosok itu tidak terlalu paham bagaimana mempersiapkan kencan yang istimewa. Apalagi kalau sudah berbicara tentang pemilihan tempat dan pemilihan makanan. Ampun, deh. Mending dipilihin saja tempatnya di mana dan makannya sudah diperkirakan apa. Parah, ya? Syukur-syukur gretongan hehehe….

Kuliner-18

Continue reading “Nge-Date di Decobar”

Memanen Cinta di Jubilare

Cinta … ah, sebuah kata yang menyihir
Hingga siapa pun tidak ingin disadarkan

Blogger-27

Hati Rena berbunga-bunga. Ia sendiri tidak tahu mengapa. Hanya saja perasaannya begitu kuat bahwa ada sesuatu yang istimewa hari ini. Ia hanya bisa menebak di dalam hati. Ajakan Handoko terasa tiba-tiba, juga misterius. Padahal sudah beberapa kali mereka makan berdua di warung pinggir jalan, kafe, atau resto. “Ah, ada gerangan apa ini?” bisiknya tak tenang. Ya, siapa juga yang santai-santai saja saat dirinya dibawa ke daerah Bandung Atas, lalu berbelok memasuki sebuah bangunan klasik. Tempat makan yang tidak biasa dan … pasti mahal. Dari luar tidak tampak seperti tempat makan, tetapi ada banyak kendaraan yang terparkir. Untunglah ada beberapa infografis yang menunjukkan bahwa tempat yang ditujunya adalah memang tempat makan. Satu kata untuk resto ini: mewah.

Continue reading “Memanen Cinta di Jubilare”

Kreativitas Toping ala Gudang Martabak

Malam ini menghangat. Meski melakukan perjalanan jauh dari Bandung Selatan menuju Bandung Barat, setelah maghrib, tetapi suasana terasa menyenangkan. Selain hanya jalan berdua bersama sang belahan jiwa, sosok itu sumringah karena kemarin Persib baru saja menjadi juara ISL setelah 19 tahun. Kemarin juga semua tim dan officialnya baru kembali ke Bandung, yang pastinya langsung disambut dengan meriah sepanjang perjalanan. Bandung meriah. Semeriah hati ini setelah sekian lama tidak bermotor berdua dengan sang belahan jiwa. Nyaman rasanya kalau dipeluk dari belakang.

Jalan Asia Afrika lengang, begitu pula dengan Alun-alun yang lagi direnovasi. Stasiun Bandung tidak terlalu padat, hanya Istana Plaza (IP) yang terang benderang tanpa tahu apakah di dalamnya juga seramai terangnya. Tanpa terasa perut pun memainkan musik keroncongan. Sudah saatnya mampir untuk menenangkan perut yang tidak bisa diajak kompromi. Selepas IP (kurang lebih 200-300 meter) ada sebuah tempat yang terbilang ramai di sebelah kiri, tepat di samping sebuah kantor cabang BCA. Sebuah tempat jajanan kaki lima, tapi seperti sedikit berbeda. Apa ya yang membedakannya?

Continue reading “Kreativitas Toping ala Gudang Martabak”

Menjadi Koboi Sehari di KRR

When you just give love I know it’s so
I can’t get you out of my heart
You made me leave my happy home
You sweet love brings such misery

Lembayung di ujung sana. Sebuah garis horizon yang membuat dadanya berdebar. Warna pelangi berpendar ke segala arah. Angin berhembus perlahan. Sunyi, tetapi hatinya terasa ramai setelah melihat itu semua. Dari kejauhan, sosok bertopi yang bertengger di atas kudanya mencipta siluet. Perlahan jemarinya memperbaiki letak topi berlidah depan-belakang, lalu menarik tali kekangnya, bergerak perlahan memasuki bayang-bayang pegunungan. Gelap sudah menyebar. Sudah saatnya untuk beristirahat setelah menjalani siang yang penuh petualangan. Api unggun, air mendidih, kacang merah, kentang, dan tentu saja ayam yang sedang dikuliti. Itulah temannya malam ini sebelum memejamkan mata. Sang koboi pun tersenyum. Makan malam yang nikmat. Angin pegunungan laksana musik di telinganya bersiur perlahan. Satu hari yang luar biasa.

Continue reading “Menjadi Koboi Sehari di KRR”

Yuk, Makan Maicih Baso

Kreativitas perlu dipupuk
Dikembangkan dan terus dirawat

Kuliner-55

We Are Open,” ujar Ma Icih sambil tersenyum. Ya, Maicih Baso resmi melayani pelanggan tepat pada hari Sabtu kemarin, 11 Oktober 2014, di Jl. Sawunggaling No. 2 Bandung. Nini yang gemar nongkrong di dapur ini tampaknya tidak puas dengan hanya Keripik Maicih dan Warung Maicih saja, buktinya ia pun melebarkan sayap dengan merambah pada kuliner baso. Siapa yang tidak mengenal baso? Makanan tradisional berupa daging cincang yang dibentuk menjadi ‘bola’ ini sudah terkenal di seantero Nusantara. Ada banyak kuliner dengan bahan dasar baso yang sudah terkenal di Bandung. Tinggal sebut saja.

Continue reading “Yuk, Makan Maicih Baso”

Nasi Goreng Maicih

Sukses tidak berarti kemudian diam
Ia harus bergerak dan terus bersenandung
Dan semua itu terbukti pada suatu malam
Berawal dari keripik hingga menjelma warung

Baiklah, ini sebuah prolog. Menjadi sebuah pembelajaran bagi sosok itu setelah menyelesaikan tulisan (yang pembuatannya sampai berdarah-darah), agar tetap berhati-hati dan tidak sembrono. Akibatnya, satu tulisan jadi yang sedianya sudah diposting jauh-jauh hari menjadi mentah begitu saja karena hilang. Ter-delete. Dicari-cari dengan cara ‘undo‘ maupun di ‘recycle bin‘ tetap tidak ada. Untuk menulis ulang (ternyata) dibutuhkan kemampuan yang lebih, apalagi di sana ada banyak data yang tidak mudah didapatkan. Tapi inilah yang terjadi. Benar-benar menjadi pembelajaran. Bismillah … dan inilah tulisan kedua yang jelas tidak sama persis dengan tulisan pertama. Mungkin tidak sesempurna tulisan awal, tetapi paling tidak, enak dibaca dan dapat memberikan informasi.

Continue reading “Nasi Goreng Maicih”

Buka Puasa di Susu Susanti

Kuliner-45Janjian bertemu dengan seorang gadis nan ayu? Gak masalah. Ngapain juga dipermasalahkan. Dan itu tentunya juga akan menjadi kenangan tersendiri, apalagi dua gadis ini benar-benar gadis nan ayu. Asli, namanya memang Gadis dan Ayu. Sayang, Ayu tidak bisa datang entah mengapa. Keduanya dahulu satu atap di sekolah yang sama. Tak apa, Ayu tidak datang, yang penting ada Gadis. Cantik, ramah, baik hati pula (dan tidak sombong) sehingga mau-maunya mentraktir 1-2 sampai sebelas orang. Beneran ini. Jarang-jarang kan bisa bertemu dengan gadis seperti itu. Langka. Ada yang mau kenalan?

Gadis Puspitasari adalah customer service plus sales corporate di @TransStudioBdng dan manager marketing di @BebekGarang. Keren. Berhasil meniti karir di dua tempat. Yang satu di dunia rekreasi, yang satu lagi di dunia kuliner. Namun, Gadis yang ditemui sosok itu kebetulan mewakili @SusuSusanti, salah satu anak perusahaan Bebek Garang. Dan kalau mendengar kata ‘susu’ sudah pasti akan terasa segar (sesuai dengan jargon Bebek Garang), dan pastinya akan membuatmu terangsang untuk terus mencoba, apalagi di bulan Ramadhan ini. Yakin.

Continue reading “Buka Puasa di Susu Susanti”