Sudah Bersyukurkah Kamu Hari Ini?

“Bi, kapan atuh kita lebaran ke Jakarta?”

Entah sosok itu harus menjawab apa atas pertanyaan Adik Anin itu. Sepertinya mudah saja tinggal menjawab, “Insya Allah, Dek. Mudah-mudahan Abi ada rezeki.” Atau jawaban lain yang jauh lebih mudah seperti, “Kemarin kan sudah bertemu dengan semua keluarga di Serang.” Namun itu semua tidak akan memuaskannya. Ya, bagi seorang anak, lebaran itu bukan bermakna hanya sekadar bisa berkumpul dengan keluarga besar. Bukan. Bisa jadi ia lebih berharap akan banyaknya uang lebaran dari pakde, pakle, atau mbah-mbahnya yang memang banyak tinggal di sana. Bisa jadi. Hati anak siapa yang tahu meski orangtua sudah bisa menebak yang (katanya) betul. Wallahu’alam.

Continue reading “Sudah Bersyukurkah Kamu Hari Ini?”

The Best Moon

Alhamdulillah sosok itu panjatkan pada Sang Maha. Ramadhan kemarin adalah ramadhan terbaik dibandingkan dengan ramadhan tahun lalu, meski bukan ramadhan terbaik dalam hidupnya. Sosok itu tidak hanya merasakan 3 (tiga) hari iktikaf tetapi juga merasakan 1 (satu) kali khatam. Ada kebahagiaan yang luar biasa (hanya bisa dirasakan oleh hati) saat mengkhatamkan Al-Quran dalam satu ramadhan meski start awalnya rada terbata-bata karena sosok itu masih berkutat dengan penyakit asmanya.

Ramadhan kemarin juga menyisakan banyak pekerjaan rumah. Mungkin karena ingin fokus pada ibadah, sosok itu jadi tidak terlalu rajin menjenguk blognya ini dan beberapa hari sempat kosong. Namun, sosok itu berjanji dengan menuliskan hari-hari yang kosong pada hari lainnya dan diberi tanggal sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Ya, sosok itu selalu mencatat kesehariannya dengan baik dalam memorinya dan mencatat kembali saat waktunya luang. PR yang banyak itu pun akhirnya terbayarkan. Tercatat semua tanggal selama bulan Ramadhan (Agustus) tidak ada yang terlewati.

Continue reading “The Best Moon”

Tamu Tengah Malam

Pernahkah kamu kedatangan tamu di tengah malam? Kalau iya, tentu akan mengejutkan pastinya. Kalau tamunya tidak berniat baik, siapa pun akan merasa was-was, apalagi jika tamu itu adalah tamu takdiundang. Namun, bagaimana jika tamu yang datang adalah tamu yang sangat diharapkan kedatangannya? Hanya saja, karena satu dan lain hal, tamu tersebut memang datangnya bukan pada jam-jam biasa orang menerima tamu, tetapi pada tengah malam. Tentu akan mengasyikkan dan luarrr biasa!

Lebaran kali ini, sosok itu dan keluarga memang tidak berencana mudik. Kalaupun jadi, itu pun H+7 yang sekali lagi masih menunggu konfirmasi berikutnya. Salah satu alasan utamanya adalah orang tua yang tidak berada di rumah sebagaimana mestinya. Orang tua sosok itu memang tinggal di Jakarta, tepatnya di Kelapa Gading. Namun untuk tahun ini, orang tua berkeinginan lebaran di Wonosobo, Jawa Tengah. Kakak sulung yang tinggal di Suralaya (Banten) pun juga berlebaran ke Nganjuk, Jawa Timur. Ditambah lagi, penyakit yang tidak dapat dihindari menghampiri Kakak Bibin dan Adek Anin. Kakak Bibin terkena cacar air dan api, sedangkan Adek Anin karena kecelakaan yang sudah ditulis laporannya di sini.

Continue reading “Tamu Tengah Malam”

Lebaran (Tidak) Hijau

Ramadhan adalah bulan rohani. Pada bulan ini, rohani umat Muslim dicuci dan dibersihkan setelah 11 (sebelas) bulan lebih mementingkan jasmani. Sudah seharusnya, rohani yang bersih itu akan melahirkan perilaku yang bersih pula. Namun kenyataannya masih ada beberapa perilaku yang tidak disadari atau bahkan disadari telah menjadi budaya dari ketidakbersihan itu. Salah satunya adalah menumpuknya sampah baru dimana pada hari raya tukang sampah dijamin tidak ada atau berkurang.

Bukan hal baru lagi kalau pergi menunakan shalat Ied di lapangan adalah membawa kertas koran sebagai alas dari sajadah. Fungsinya sebenarnya menjaga agar sajadah itu tidak kotor, apalagi kalau sehabis hujan. Padahal, fungsi sajadah sudah menjadi alas agar tubuh atau pakaian kita tidak kotor oleh tanah. Di sinilah yang menjadi permasalahan dan tampaknya telah membudaya di seluruh masyarakat Indonesia. Koran-koran yang dibawa untuk alas sajadah itu pun ternyata tidak dibawa lagi dan dibiarkan ditinggalkan di lapangan. Sampah-sampah kertas koran pun menumpuk di sana.

Continue reading “Lebaran (Tidak) Hijau”

Milad Seluruh Umat

Lebaran. Ya, kemarin baru saja seluruh Umat Muslim di dunia merayakan hari raya Idulfitri. Hari kemenangan setelah sebulan dipaksa menahan hawa nafsu dan sangat dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Meski sedikit berbeda dengan beberapa negara yang memilih 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, namun Muslim di Indonesia juga bisa bertakbir, bertahmid, dan bertahlil pada hari Rabu, 31 Agustus 2011.

Continue reading “Milad Seluruh Umat”

Lebaran Hijau

Apa yang kamu pikirkan tentang dua kata di atas? Memang lebaran hijau itu ada? Bagi beberapa orang bisa jadi lebaran hijau adalah konsep berlebaran di alam. Bukan hanya kembali ke kampung halaman tetapi berlebaran dengan lingkungan yang lebih alami, tanpa sesuatu pun yang berbau perkotaan. Namun bukan itu yang dimaksud oleh lebaran hijau di sini.

Lebaran hijau di sini adalah bagaimana berlebaran tanpa harus menyampah. Hal ini dimungkin setelah menonton “Story of Stuff” pada saat buka bersama di Common Room, Minggu kemarin. Film ini bercerita bagaimana semua barang itu pada akhirnya akan menghasilkan sampah yang lambat laun juga merugikan manusia itu sendiri. Di sinilah makna lebaran hijau yang dimaksud.

Continue reading “Lebaran Hijau”