Desain Kartu Lebaran

Bikin Kartu Lebaran ala Mountea

Entah sejak kapan kartu lebaran sudah tidak dianggap zamannya lagi. Semuanya kini tergantikan oleh teknologi yang lebih modern, seperti sms, email, wall di facebook, milis, dan lain sebagainya. Padahal, dahulu kartu lebaran begitu sangat berharga dan dinanti-nanti oleh banyak orang. Rasanya tidak afdhol jika menjelang lebaran tidak ada tukang pos yang berhenti di depan rumah.

Continue reading “Desain Kartu Lebaran”

Dua Orang Perempuan

: Cerpelai
Cerita Pendek Sekali
Ah … terdengar terlalu alay
Semoga tetap berarti

Seorang perempuan tua duduk di depan lapak kecil di tepi jalan, dengan baju-baju beraneka warna. Seorang perempuan kecil datang menghampiri. Rambutnya kusut dan kulitnya berbusik. Wajahnya memancarkan kekhawatiran. Hingga akhirnya ia menyodorkan plastik hitam yang dibawanya.

“Maaf, Mbah. Mbah bisa menolong saya?”

“Nolong apa?”

Continue reading “Dua Orang Perempuan”

K A L I P T R A

—-Perempuan muda itu menatap ke arah lain.
—-Danau yang terbentuk di sudut matanya sudah tak terbendung lagi, menciptakan aliran sungai yang melukis wajah pasinya, lalu jatuh menetes setelah sebelumnya menggantung pada pahatan dagunya.
—-Nafasnya seperti menahan beban yang amat berat. Urat-urat di kedua bola putihnya pun sudah mulai berisi sel-sel darah sehingga menciptakan rona merah pada kedua matanya. Sakit!
—-Aku memahami apa yang sedang dialami olehnya. Rasa sakit yang sama.
Tak ada angin di ruangan itu. Tak ada suara hingga ukuran mikrodesibel sekali pun. Dua manusia, namun seolah-olah mati. Mati oleh perasaannya sendiri. Terkalahkan oleh kematian yang membuat segalanya berubah. Kematian yang membuat ruangan itu laksana kubur. Gelap dan terasing. Benar-benar senyap. Sampai-sampai aku bisa mendengar tidak hanya kembang-kempisnya jantungku sendiri, tetapi juga derasnya aliran darah di dalam pembuluh darahku dan kejutan-kejutan listrik di seluruh saraf otakku.
—-Ada seonggok daging di keranjang itu … dengan darah yang menggenang!
—-Sementara di luar sana, aku tahu hampir semua orang tengah bergembira. Berkumpul bersama keluarga dan kerabat dengan hidangan khas ketupat yang memiliki nilai magis tidak dua.

Continue reading “K A L I P T R A”

Seorang Perempuan Tua Duduk Termangu

—-Panas. Suasana Bandung yang saban hari semakin terik saja. Melepuhkan aspal-aspal. Melelehkan plastik-plastik. Menguapkan keringat-keringat. Mengeringkan genangan-genangan. Mencipta bias fatamorgana pada permukaan jalan. Mencipta angan-angan. Bersama angin yang raib begitu saja. Menghilang. Lenyap. Terembuskan begitu saja. Menjadi ghaib. Kembali lagi menjadi awal. Berputar dan terus berputar. Pada titik yang pada akhirnya kembali menjelma panas.
—-Seorang perempuan tua duduk termangu. Pada lapaknya yang tidak jauh dari lapak-lapak pedagang kaki lima yang banyak berkumpul di pinggir jalan utama. Memenuhi trotoar yang tidak ada lagi ruang bagi pejalan kaki. Lapaknya selalu sepi; yang tampak berbeda jauh dari lapak-lapak lainnya dimana calon pembeli berjubel. Mungkin karena barang dagangannya yang second. Mungkin karena dia hanya perempuan tua yang tidak aktif menawarkan dagangannya. Mungkin karena rezekinya belum datang. Mungkin….

Continue reading “Seorang Perempuan Tua Duduk Termangu”