Terpeleset Lidah

Entahlah. Tak pernah ada niatan. Benar-benar tak pernah ada niatan pada diri Zulfi untuk menyakiti hati istrinya, Fika. Dua alasan itu sebenarnya hanyalah guyonan saja. Awalnya. Hanya ingin mengetes apakah Fika bisa diajak bercanda. Akan tetapi sungguh. Sungguh semuanya menjadi tak terkontrol. Semuanya jadi di luar dugaan.

Zulfi tak keberatan jika dimintai tolong untuk membungkuskan kado. Zulfi pun bahkan senang mengantarkan anaknya sekolah. Ayah siapa yang tidak senang mengantarkan putra tercintanya ke pintu gerbang sekolah terakhirnya. Bahkan, ia pun rela terlambat ke kantor demi anaknya itu. Sungguh semua itu akan ia lakukan dengan ikhlas, tanpa paksaan atau permintaan siapa pun. Termasuk permintaan Fika.

Continue reading “Terpeleset Lidah”

Advertisements