PR Matematika Didi

Didi bersemangat. Air seember penuh telah berhasil ia pindahkan sebanyak dua puluh kali dari sumur ke dalam bak mandi. Keringatnya telah bercampur dengan air sumur, namun ia puas. Bak mandi yang terletak di belakang rumahnya telah penuh. Pekerjaan terakhirnya malam ini telah selesai. Didi menyeka dahinya. Kini ia tinggal mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya tadi pagi. Soal hitungan matematika.

Malam sudah semakin larut, dan dingin pun semakin memeluk dan menusuk. Didi tidak berani mandi. Ia hanya mengganti pakaiannya yang basah, lalu menjemurnya. Setelah itu, bergegas ia mengambil tas sekolah peninggalan kakaknya dan mengeluarkan buku-buku tulis. Didi mengambil salah satu buku itu dan meletakkannya di atas meja, lalu mengambil lampu teplok yang hanya satu-satunya di ruangan itu. Seluruh keluarganya telah lelap di pembaringan masing-masing.

Continue reading “PR Matematika Didi”