Undian 100 Juta dan Paket Umroh yang Menggoda

Undian 100 juta dan paket umroh yang menggoda itu selalu ada di depan mata. Kalau tidak percaya, baca saja cerita darinya yang sebenarnya tidak begitu membuai. Idiiih. Siang itu, seperti biasa, sosok itu mempersiapkan sepeda merah jadulnya yang merupakan warisan dari almarhum bapak mertuanya alias Spidi. Manset sudah aman setelah kejadian kelupaan dipakai saat lari di Puncak. Kalau lupa lagi, bisa-bisa lengannya bakalan gosong terkena sayatan sinar matahari. Duh! Eh … tapi manset itu kemudian ditaruh lagi di tempatnya. Tidak jadi. Dia lebih memilih jersey berlengan panjang saja. Fungsinya sama dan gak terlalu ribet. Sabtu, 20 Oktober 2018, tanggal kejadiannya. Setelah sepeda diletakkan di halaman, dia mengambil kaos berkerah sebagai ganti nanti. Kalau habis bersepeda, sudah pasti akan berkeringat dan bau. Gak nyaman bagi kawan-kawannya. Setelah memakai sepatu, dia pun mengeset GPS-nya agar perjalanan bersepedanya terekam dengan baik.

Siang yang panas, padahal matahari belum parkir pada titik kulminasinya. Masih pukul 11, kok. Cuaca di Bandung dan Indonesia pada umumnya masih ‘halodo‘. Siang panas tetapi pada sore, malam, dan subuh terasa dingin. Kemarau masih menggayut di seantero Nusantara. Sawah-sawah dan balong-balong kering terlihat di beberapa titik. Sumber-sumber air tanah juga sudah mengering, wajar kalau tetangga sebelah rumah terpaksa meminta air belakangan ini. Alhamdulillah sumber air tanah miliknya masih bagus dan mengalir deras. Ngomong-ngomong soal musim, dia jadi teringat dengan Bali yang mengonsep sistem pesawahannya dengan cara subak. Hal itu bisa terjadi karena lahan sawah yang berbukit-bukit, sehingga pengairan bisa dilakukan secara estafet … dari petak sawah paling atas sampai petak sawah paling bawah. Untuk daerah yang cenderung rata, ada sistem pengairan menggunakan semacam kolam. Fungsi dari kolam ini adalah sebagai tabungan air kalau musim kemarau datang.

Continue reading “Undian 100 Juta dan Paket Umroh yang Menggoda”

Advertisements