Dia Telah Pergi

Pagi ini harusnya ceria. Dan memang, sosok itu begitu ceria hingga masih bisa mengantarkan Kakak Bintan ke sekolah, menjemput sang belahan jiwa, hingga sempat-sempatnya mengukur celana untuk seragam ke kantor. Namun, apa daya ketika sampai di kantor dan membuka beberapa email kabar itu membuat pagi sosok itu menjadi mendung. Fiuhhh! Hanya Sang Maha yang Mahatahu usia kita sampai kapan. Detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, esok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Wallahu’alam.

Innalillahi wa inna-ilaihi raji’un. Kabar pertama datang dari Mas Ali (penulis buku anak pemecah rekor MURI) yang menyatakan bahwa Nurul Fithorini a.k.a. Nurul F. Huda telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, 18 Mei 2011, pukul 03.15 WIB di RSUD dr. Sardjito, Yogyakarta. Insya Allah jasadnya akan dimakamkan di Purworejo. Pejuang pena itu telah tiada. Takada yang ditinggalkan kecuali karya-karyanya yang berbentuk buku. Kejadian ini mengingatkan sosok itu ketika kehilangan Diana Roswita, pejuang pena lainnya yang menjadi korban Tsunami di Aceh (padahal seperti baru kemarin sosok itu mengedit tulisannya).

Continue reading “Dia Telah Pergi”

Advertisements