Monster Mood yang Salah Kaprah

Menulislah. Menulis apa saja yang diketahui.
Menulislah apa yang dirasakan hati. Bukan pikiran.
Menulislah dan itulah tulisan terbaik.

Sosok itu bersyukur. Target bulan ini berjalan dengan mulus. Menulis setiap hari selama sebulan telah selesai. 31 tulisan selama 31 hari. Alhamdulillah. Target menulis tiap hari selama setahun telah berkurang satu bulan. Masih tersisa sebelas bulan lagi. Sebelas bulan yang berat pastinya. Tak ada yang pasti, kecuali usaha.

Beberapa murid pada kelas menulis sering bertanya, “Bagaimana mempertahankan mood menulis?” Sosok itu hanya bisa tersenyum. Pertanyaan yang hampir sama dari tahun ke tahun. Meski berbeda tempat atau kota, pertanyaan itu cenderung muncul. Inilah kesalahan pemahaman tentang dunia menulis. Mood, sosok monster yang takperlu ada.

Continue reading “Monster Mood yang Salah Kaprah”

Advertisements

Mengemas Ide

“Untuk jadi pengarang, Anda harus mulai menulis.” Begitulah kira-kira perkataan J.K. Applegate, sang penulis buku seri Animorpheus. Tidak ada jalan lain bagi seorang penulis selain menulis. Ya, menulis adalah harga mati bagi seorang penulis sehingga sangatlah aneh kalau ada penulis yang tidak menjadikan menulis sebagai kegiatan kesehariannya.

Menulis setiap hari? Ya, apakah ada hal yang aneh dengan pernyataan tersebut? Saya kira tidak. Jika sobat baraya bekerja sebagai seorang akuntan, tentu akan bekerja setiap hari tentang dunia akuntansi yang otomatis akan bergulat dengan masalah angka-angka. Begitu pula jika sobat baraya adalah seorang ahli komputer, tentu akan berkutat dengan istilah-istilah hi-tech dunia komputer dan teknologinya, setiap hari. Dan menulis setiap hari bagi seorang penulis, adalah bentuk kewajaran dari dunianya yang memang dituntut profesional.

Continue reading “Mengemas Ide”