Makna Keutamaan

Sosok itu mengangguk. Pemahaman tentang keutamaan Muhammad dibanding nabi dan rasul lainnya begitu gamblang dijabarkan. Sang sahabat telah bercerita. Salah satunya adalah Al-Fatihah sebagai keutamaan yang diberikan Sang Maha kepadanya. Tak ada karya atau usaha yang bermanfaat selain menyebut nama Sang Maha. Bismillah….

Memahami makna keutamaan ternyata begitu penting. Berhubungan erat dengan masalah tanggung jawab. Keutamaan Muhammad tak lain adalah sosok sentralnya bagi umat manusia. Bukan hanya muslim. Syafaatnya paling dinanti di alam akhirat nanti. Baik ketika dalam kebingungan saat dibangkitkan, maupun saat menyeberang shiratalmustaqim.

Sang sahabat yang bercerita tadi memiliki keutamaan ilmu agama. Tanggung jawabnya adalah menyebarkannya. Seorang direktur memiliki keutamaan ilmu manajemen dan kekuasaan. Tanggung jawabnya adalah memenej semua anak buahnya. Mempertanggungjawabkan kekuasaan sesuai dengan garisnya. Dan sosok itu memiliki keutamaan berupa sepeda. Tanggung jawabnya adalah menggowesnya.

Manusia tempatnya lupa. Perlu pengulangan pengingatan. Kendaraan bermotor sudah diberikan keutamaan berupa jalan raya. Pejalan kaki atau pedestrian sudah diberikan keutamaan berupa trotoar. Pesepeda sudah diberikan keutamaan berupa blue bike lane. Masing-masing sudah ada koridornya. Tempat parkir atau tempat dagang pun sudah ada wahananya.

Sosok itu harus bertanggung jawab. Kendati warisan, sepeda miliknya harus dipertanggungjawabkan. Sosok itu telah diberikan keutamaan memiliki sepeda dibanding orang lain. Tanggung jawabnya adalah menggowesnya. Masyarakat kota Bandung telah diberikan keutamaan berupa jalur sepeda (blue bike lane) dibanding kota-kota lainnya. Tanggung jawabnya sudah pasti menggunakannya dengan bersepeda. Bukan memubazirkannya.[]

Desain Kaver “Mengapa Mereka Membenci Nabi?”

Sebuah penerbit di Jakarta meminta saya untuk membuat kaver “Mengapa Mereka Membenci Nabi?” dengan ketentuan 200 halaman kertas HVS 80 gram, softcover, dan memakai lidah pada kedua sisi. Agar memberikan pelayanan yang memuaskan, saya pun memberikan dua alternatif yang berbeda. Ini memang sudah menjadi peraturan standar agar klien bisa membandingkan kedua kaver (beberapa bahkan memerlukan tiga alternatif).

Continue reading “Desain Kaver “Mengapa Mereka Membenci Nabi?””

Penjual Bunga Cempaka

Jangan pernah mengangap sepele pekerjaan yang kita lakukan, apapun bentuknya dan bagaimanapun kecilnya di mata kita maupun di mata masyarakat. Salah jika beberapa orang—bahkan ulama—mengatakan kalau waktu ibadah kita hanya tersedia pada waktu-waktu shalat dan ketika membaca Al Qur’an (baca: mengikuti pengajian) saja. Asal niat kita luruskan, perjalanan ke tempat kerja pun akan bernilai ibadah. Bekerja yang menghabiskan waktu 8 jam pun akan bernilai ibadah. Mengurus anak dan membersihkan rumah pun bernilai ibadah. Menyingkirkan duri dari jalan pun bernilai ibadah. Bahkan tersenyum pun bernilai pahala.

Continue reading “Penjual Bunga Cempaka”