Legenda Kembali ke Alam

Alam telah mengajari
banyak hal tentang harmonisasi dan nada
dari sanalah kita harus belajar
karena dari sanalah kita akan kembali

Sudah beberapa hari ini (kurang dari seminggu) sosok itu sedang giat lagi membaca komik. Di ruang kerja rumahnya ada 6 (enam) jilid komik New Kungfu Boy. Memang sudah lama tetapi dia takbosan untuk melihat gambar maupun menikmati bagian-bagian dari cerita dan filosofinya. Kini sosok itu sedang tergila-gila kembali pada komik Legenda Naga yang pernah diminatinya pada masa berstatus mahasiswa. Namun kali ini tidak dalam bentuk buku sebenarnya, melainkan kumpulan gambar yang tersimpan rapi dalam folder komiknya.

Continue reading “Legenda Kembali ke Alam”

Advertisements

Membaca Pendekar Naga Pena

Apakah sobat baraya masih ingat dengan serial televisi ‘Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali’ yang bercerita tentang kisah asmara Yo Ko (Andy Lau) dan Siaw Lionglie (Idy Chan)? Atau mungkin, sobat baraya juga mengenal cerita ‘Pedang dan Kitab Suci’ yang menceritakan pengalaman hidup Tan Keelok, seorang pendekar Cina yang kabarnya adalah seorang Muslim? Jika lupa, tentu sobat baraya masih ingat dengan kisah Boekie dalam ‘Pedang Pembunuh Naga’ atau ‘To Liong To’?

Ya, ketiga cerita itu awalnya adalah berupa novel dari belasan novel yang ditulis oleh Chin Yung (Jin Yung), seorang pria kelahiran Haining, yang sudah puluhan tahun membuai orang dengan jalinan kisah cinta diramu petualangan jagoan kungfu. Luar biasanya, kendati semua ceritanya banyak mengandung unsur kungfu dan jurus-jurus maut semacam ‘Jurus Kodok’ (Ha Mo Kang) milik tokoh rekaan Auwyang Hong (Ouyang Feng) atau ‘Jurus Delapan Belas Telapak Naga’ (Hanliong Sipat Chiang) andalan tokoh rekaan Kwee Ceng (Guo Qing), ternyata Chin Yung sama sekali tidak menguasai ilmu kungfu. Uniknya, banyak ahli bela diri yang menyatakan kekaguman setelah membaca novel-novelnya karena jurus-jurus yang diciptakannya itu memiliki akar yang kuat dari ilmu kungfu itu sendiri.

Continue reading “Membaca Pendekar Naga Pena”