Cinta Takbutuh Alasan

Cinta begitu rumit. Cinta bisa dirasakan tetapi cinta sulit untuk didefinisikan. Ketika cinta didefinisikan, hilanglah aura cinta yang sesungguhnya. Nilai cinta menjadi jatuh karena definisi cinta yang tidak mencapai puncaknya. Lebih aneh lagi ketika cinta dipertanyakan alasannya, padahal cinta itu bersemayam di hati. Dunia cinta sungguh takterjangkau. Dan cinta … memang takbutuh alasan. Resapkanlah.

Lis, tentu kamu tahu kalau aku begitu mencintaimu. Entah sejak kapan aku jatuh cinta padamu, namun rasa itu muncul begitu saja setelah mengetahui kamu yang sebenarnya. Aku memang sudah lama mengenal kamu. Keadaanlah yang membuatku mengenal dirimu. Dirimu yang unik. Dirimu yang dulunya begitu dibenci oleh banyak orang. Dirimu yang tidak menarik. Namun kemudian aku menyadari, bahwa dari kamulah aku mengenal dunia membaca. Dunia yang sangat kugandrungi.

Continue reading “Cinta Takbutuh Alasan”

Menulis: Esensi dari Nge-Blog

Menulis, pada akhirnya adalah budaya.
Budaya menyejarahkan kehidupan. Kehidupan kita.
Menumbuhkan kisah-kisah paripurna di masa depan.
Kisah anak-anak kita. Kisah generasi emas dan platinum.
Yang mau belajar dari banyak kesalahan kita. Semoga.

Jujur, sosok itu kurang begitu suka dengan SEO. Search Engine Optimization. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari. Sudah barang tentu adalah puncak tertinggi pada mesin pencari. Ranking satu. No. 1. Logikanya, yang di atas pengunjungnya terbanyak. Ini realitas. Akan tetapi kalau diterapkan pada blog, seperti ada yang aneh.

Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan awal dari nge-blog? Sosok itu dengan mantap akan menjawab, “MENULIS.” Beberapa bisa ditambahkan dengan menuangkan apa yang dirasakan. Membuat catatan akan sejarah kehidupan. Bukan menjadi ranking 1 di mesin pencari. Bukan yang lain. Lain halnya jika blog yang bersangkutan menawarkan sesuatu. Blog dagangan. Namanya dagang, tentu harus banyak barang yang terjual. Ini lumrah.

Continue reading “Menulis: Esensi dari Nge-Blog”

Nge-Blog: Prestasi Menulis Terbanyak

Sosok itu sumringah. Kemarin, ia berhasil memecahkan rekor menulis blog terbanyak selama sebulan seumur ia nge-blog. Tidak ada pembanding. Hanya blog miliknya sendiri. Akan tetapi, hal ini patut dibanggakan. Sangat-sangat patut. Apalagi.

Berdasarkan catatan nge-blognya, ada dua prestasi di masa lampau (April 2009 dan November 2010). Prestasi itu adalah menulis 16 postingan selama sebulan. Itu berarti sama saja dengan menulis 1/2 postingan per harinya (postingan bisa dibagi dua juga ya?). Cukup lumayan. Apalagi mengingat kesibukan sosok itu di beberapa tempat dan kepentingan. Dan kini, rekor itu terpecahkan.

Rekor terbaru di jurnal kepenulisan blog sosok itu telah lahir. Tepatnya kemarin (17/1). Sosok itu berhasil menulis 17 postingan selama sebulan ini. Dan jumlah ini akan terus beranjak. Targetnya adalah menulis satu postingan setiap hari selama 2011. Ini adalah program tantangan WordPress, yaitu Postaday 2011. Fiuh!

Selama kurun waktu 17 hari, ada dua kali dimana sosok itu harus memaksakan diri menulis dua postingan sehari. Hal ini diakibatkan oleh faktor kelupaan atau khilaf dimana ada waktu seharian penuh sosok itu tidak menulis sama sekali. Keterpaksaan ini adalah suatu keharusan. Semoga semangat ini masih terus berlanjut (syukur-syukur bisa menular juga pada yang lainnya).

Target awalnya adalah bulan Januari nonstop. Dan masih ada 11 target lainnya setelahnya. Sebelas bulan maksudnya. Bismillah … []

2011: Tantangan Nge-Blog Setiap Hari

Sosok itu tertegun. Menulis bukan hal yang asing lagi baginya. Mungkin iya jika hal itu ditanyakan 10 tahun yang lalu. Ya, pada saat itulah ia mulai belajar menulis. Menulis yang sebenarnya, hingga kemudian menulis menjadi bagian dari profesinya. Sebuah pekerjaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Sosok itu pun telah menulis blog sejak tiga tahun yang lalu. Selama itu, dalam sebulan ia telah sanggup menulis minimal satu tulisan. Prestasi terbanyaknya adalah menulis 16 tulisan dalam sebulan, yaitu pada bulan April 2009 dan November 2010. Nah, sekarang ada tantangan yang menarik. Tantangan dari wordpress, yaitu menulis setiap hari (postaday2011) atau menulis seminggu sekali (postaweek2011).

Mungkin tidak menjadi masalah kalau sosok itu menulis seminggu sekali. Jangankan sekali, dengan 16 tulisan dalam sebulan telah menunjukkan bahwa ia sanggup menulis empat tulisan dalam seminggu. Dan itu jelas bukan tantangan. Oleh karena itulah sosok itu mengambil tantangan menulis blog satu tulisan setiap hari. Wow!?

Postaday2011. One post a day in 2011. Satu tulisan setiap hari selama 2011. Bisakah sosok itu melakoninya? Insya Allah dan bismillah. Inilah kata-kata yang paling tepat diucapkan. Kita hanya berikhtiar, selebihnya serahkan pada Sang Maha. Tak ada istilah takut gagal. Yang ada adalah berusaha dan terus berjuang.

Oke! Inilah azam dari sosok itu mulai malam ini. Tak bisa mundur atau berjingkat ke belakang lalu menghilang. Bulan dan bintang saksinya. So, adakah yang mau menemani sosok itu menulis satu tulisan di blog setiap hari? Jika ada, mari sama-sama menyemangati. Tidak akan rugi, kok. Yang ada hanyalah suasana menyenangkan.

Are you ready?! Get set! Go….[]