Menuju Indonesia Bersepeda

Sepoi angin dan burung nan riang
Barisan gigi nan rapi dan mata nan hangat
Manusia mencoba berbaur dalam keharmonisan
Kesempurnaan hidup adalah tujuannya

Cantik adalah dambaan setiap perempuan, meski pada dasarnya semua perempuan itu sudah dilahirkan cantik. Ya, Sang Maha adalah Maha Sempurna. Kesempurnaan hakiki yang tidak perlu lagi diragukan. Tidak perlu lagi dipertanyakan. Paling tidak, percayalah bahwa setiap perempuan itu cantik bagi orangtua dan pasangannya. Atau bagi pengagum rahasia yang belum diketahui keberadaannya. Namun manusia adalah gudangnya ketidakpuasan. Meski ada hati yang selalu menjaga manusia setiap saat, mereka dikaruniai nafsu yang sering tidak bisa dibelenggu. Mereka selalu ingin lebih, selalu ingin diperhatikan. Selalu ingin memenuhi mangkuknya yang sebetulnya sudah penuh.

Ummi menarik nafas sejenak di depan rumahnya. Subuh baru saja beranjak. Langit masih gelap, tetapi ufuknya sudah menampakkan kemerahan yang makin merona. Pagi telah tiba. “Dan semoga saja pagi ini juga cantik,” bisiknya tersenyum. Kecantikan alam yang coba dipadupadankan dengan kecantikan hidupnya. Cantik adalah dambaan setiap perempuan, begitu pula bagi ibu dari dua anak itu. Berbagai cara ditempuh agar dirinya tetap terlihat cantik setiap hari, salah satunya adalah dengan aktivitas bersepeda. Aktivitas berkeringat sebagai penyeimbang hidup. Itulah yang dipahaminya sebagai seorang perawat dan juga pegiat sepeda sejak tujuh tahun lalu.

Continue reading “Menuju Indonesia Bersepeda”

Advertisements

Gowes Chantique 3+ ala NGN

Cantik dan menarik
Inilah para kartini hari ini
Masih berkebaya ataupun berbatik
Tetapi tetap ceria bersepeda bersama

Sepeda tidak harus kering, tetapi bisa juga segar dan mencerahkan. Bunga-bunga, merekah begitu cantiknya. Tidak hanya itu, ada juga yang membawa penganan alam buah-buahan yang langsung dibagikan saat selesai berkeringat. Pisang nan menawan. Ya, inilah Gowes Chantique 3+ yang diselenggarakan oleh Nu Gareulis Ngagowes (NGN) pada hari Minggu pagi, 22 April 2012, di Bandung.

Continue reading “Gowes Chantique 3+ ala NGN”

Bandung Bike Babes

“The next time you come to Bandung, contact us and we’ll go for a ride around town or maybe even further. There are only women in this group. So, if you say ‘No’, there’s something wrong with you!” one of the members of Nu Gareulis Ngagowes (NGN) cheekily told us guys. Needless to say, we’ll definitely hook up with them in our next trip to Bandung. Yeah, NGN (loosely translated from Sunda dialect: ‘pretty ones cycling’) consists of avid female cyclists who love the freedom on unmotorised two wheelers. Founded ini January last year, it now has about 150 members, and is growing. The youngest member is eight years old while the most senior ones are their 60s. NGN leader, Dewi Gilang Kurnia said the idea was formed after she and a few female cycling enthusiast friends decided to form a group to (safely) do outdoor recreational activities together. “Many of our members ride bicycles to their respective workplaces. I do it too, sometimes… a 20km journey, one way,” she proudly proclaimed. Respect!

Continue reading “Bandung Bike Babes”

Undangan dan Celana

Mendengar kata ‘undangan’ secara otomatis benak kita akan disuguhi rasa kebanggaan atau kesenangan, apalagi jika pihak yang diundang adalah diri kita sendiri. Akan tetapi, jika hal itu menjadi hal rutin seperti undangan pernikahan yang bukan sahabat terdekat atau khitanan salah satu tetangga tentu akan menjadi hal yang biasa saja. Nah, jika tidak biasa karena bisa jadi peristiwa ‘undangan’ itu hanya sekali seumur hidup jelas akan menjadi hal yang paling istimewa dalam hidup kita.

Inilah yang dialami sosok itu selama beberapa hari kemarin, yaitu undangan pribadi dari Telkom tentang Indigo Award 2011 dan undangan perwakilan Komunitas Pesepeda Perempuan NGN dari Ibu Netty Prasetiyani (istri Gubernur Jabar) tentang bedah buku “Politik Harapan: Perjalanan Politik Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi” karya Ani Soetjipto. Kedua undangan itu kebetulan bertepatan harinya, yaitu hari ini (Kamis, 16 Juni), sehingga sosok itu memutuskan hanya menghadiri undangan kedua karena undangan pertama berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Jauh, bo!

Continue reading “Undangan dan Celana”

Gowes Chantique 2: Night Ride

Lagi-lagi sosok itu mendapatkan pekerjaan membuatkan rute bersepeda malam hari atau night ride dan mendesain sebuah selebaran untuk rute yang bersangkutan. Sebagai tambahan, rute ini pun ditambah beberapa pelajaran sejarah tentang kota Bandung dan beberapa tempat yang nanti akan dilewati. Ya, bersepeda sambil belajar sejarah tentu akan lebih bermanfaat. Apalagi, event Gowes Chantique 2 ini memang dalam rangka menyambut Hari Kartini yang diselenggarakan oleh komunitas pesepeda perempuan, Nu Gareulis Ngagowes (NGN). Bukan kebetulan kalau logo NGN juga dibuatkan oleh sosok itu dimana sang belahan jiwa termasuk anggotanya.

Continue reading “Gowes Chantique 2: Night Ride”