Wajah Secerah Pelangi

Tahukah kau apa itu pelangi?
Itulah senyum alam selepas rinai
Dan di sanalah wajahmu menyembul
Berbinar meski mendung kadang muncul

Continue reading “Wajah Secerah Pelangi”

Advertisements

Diari Anin tentang KOPDAR

Aku merajuk. Kakak Bibin dibelikan buku, sedangkan aku nggak. Abi tidak adil. Dan siasatku pun berhasil: setelah menangis, Abi langsung mengajakku pergi. “Yey! Aku pergi sama Abi!” Bukan hanya satu, tapi aku pun dibelikan dua buku mewarnai. Satu bergambar kereta api dan satu lagi bergambar robot Transformers. Aku senang, apalagi Abi juga membeli tiga susu kotak dan dua chiki. Tapi, kok, bukannya pulang malah langsung naik Mikrolet, ya? Kita mau kemana, Bi?

“Adek, kita jalan-jalan naik busway, yuk?” terang Abi. Asiiik, aku mau naik busway. Di Bandung mah nggak ada. Di terminal Pulogadung aku capek dan Abi pun nggak menolak untuk menggendongku. Terminal ini luas banget. Aku jadi tahu kalau naik busway itu harus beli tiket. Setelah masuk melalui pintu yang sempit dengan palang berputar, sudah ada banyak orang yang menunggu mau naik busway. Ternyata begini, ya, kalau mau naik busway, nggak sama dengan naik bus biasa.

Continue reading “Diari Anin tentang KOPDAR”

Episode Pelangi: Behind the Scene

Kuis yang melibatkan banyak orang jelas menantang dan mengasyikkan, apalagi bagi sosok itu. Makin banyak yang terlibat, suasana kompetisi akan bertambah panas dan menggairahkan. Kreativitas pun dijamin terpacu dan berusaha menampilkan yang terbaik. Kompetisi kelompok jauh lebih rumit lagi, lebih-lebih jika anggota kelompoknya tidak saling kenal dan berbeda kota. Inilah tantangannya.

Dan ketika Pakdhe membuka Pagelaran Kecubung 3 Warna, sosok itu pun menyambutnya dengan suka cita. Inilah saatnya mengenal blogger yang belum begitu akrab. Pemantauan pun dilakukan karena kalau menunggu pinangan atau lamaran sudah pasti tidak akan ada yang datang. Dijamin! Ini berdasarkan pengalaman. Pada akhirnya, lamaran pun diajukan pada Ais dan Putri. Alhamdulillah, pinangan diterima.

Continue reading “Episode Pelangi: Behind the Scene”

Sang Wajah Pelangi

Prolog: Cerita ini terdiri dari tiga bagian terpisah. Bagian pertama telah ditulis oleh Husfani A. Putri dan kemudian dilanjutkan oleh Marsita Ariani. Dan cerita di bawah ini adalah penyempurna dari dua cerita sebelumnya. Selamat menikmati….

Rembulan pernah berbisik pada angin
Mengabarkan pada takterhingga gemintang
Menyapa matahari dengan wajah kelam
Tentang pelangi yang kehilangan warna
Dan akulah sang pelangi itu ….

Sunyi. Hanya kesunyian pada akhirnya. Dan di sudut malam itu aku menangis. Menangis yang sebenarnya. Lalu, ingin kukabarkan semua penyesalan pada jagad takbertepi ini. Bersama kemarahan tersembunyi. Hanya aku. Ya, hanya aku seorang. Benar-benar sunyi.

Continue reading “Sang Wajah Pelangi”

Dunia Pelangi di Mata Anak

Kebersamaan. Keseragaman. Ketidakadaperbedaan. Kata kuncinya adalah sama. Bersama-sama mencicipi kegembiraan. Bersama-sama melalui proses kesenangan. Tanpa kecuali. Dan inilah bentuk atau makna istirahat bagi sosok itu setelah bekerja seharian, enam hari seminggu. Takada keceriaan atau kebahagiaan kecuali melihat dunia pelangi di mata anak-anak. Anak-anak masa depan. Penggantinya kelak.

Continue reading “Dunia Pelangi di Mata Anak”