7 Tips Membuka Warung

Ceu Jutek lagi jaga warung. Seperti biasa, dia asyik main hape. Jajang, pemuda kampung sebelah datang, lalu celingukan. Ceu Jutek tahu ada yang datang. Dia melihat sebentar. “Ya?” katanya. Jajang membuka mulut, “Anu … eee.” Dia diam, menggaruk-garuk kepalanya. “Eh, gak jadi.” Lalu pergi meninggalkan warung Ceu Jutek. Sementara itu Mpok Murse lagi membersihkan dagangan warungnya dengan kemoceng. Warungnya gak terlalu jauh dari milik Ceu Jutek. Jajang ternyata datang ke warungnya, celingukan.

Mpok Murse tersenyum, “Mangga, Jang. Bade meser naon?” Jajang ikut tersenyum, “Ini, Mpok, mie goreng sambal matah.” Mpok Murse segera mengambil barang tersebut, lalu menyerahkannya. “Jang, Mpok mah kalau makan mie goreng resep pisan ngangge ndok. Raosss pisan. Udah gitu Mpok mah kudu ngangge sambel bangkok. Rasanya … uhhh edunnn lah.” Wajah Jajang sumringah, “Serius, Mpok?” Mpok Murse mengangguk. Taklama, Jajang keluar dari warung sambil membawa keresek berisi mie goreng, telur, dan sambal bangkok. “Hatur nuhun ya, Jang!” teriak Mpok Murse.

Continue reading “7 Tips Membuka Warung”