Kamu Mau Jadi Bos?

Menjadi bos? Siapa sih yang tidak mau. Mungkin kalau ditanyakan ke seratus orang, mayoritas atau bahkan semuanya akan menjawab, “Saya mau jadi bos.” Atau mungkin ada yang menjawab lebih ekstrem lagi, “Gile banget kalau ada orang yang nggak mau menjadi bos. Udah bosen hidup kali?”

Ya, itulah nilai manusia yang paling dasar. Memang sudah dari sananya kalau manusia sebagai makhluk sosial yang diberi kelebihan berupa akal pasti akan mengejar sesuatu lebih dari segalanya. Disadari atau tidak, manusia lahir sudah dengan mindset siap berkompetisi dan ingin menjadi seorang pemenang. Bahkan, dalam kerangka hamba Allah yang diperintahkan bahwa hidup ini ‘hanya’ untuk beribadah saja, Sang Pencipta sudah ‘menggarisbawahi’ kalimat “Manusia di mata Tuhan itu semuanya sama, yang membedakannya atau yang paling mulia di sisi-Nya adalah manusia yang paling takwa”. Maksudnya apa? Tentu saja, untuk menjadi manusia yang paling takwa adalah tidak lain harus menjadi manusia yang paling unggul dalam hal keimanan. Kamu harus menjadi nomor satu atau pemenang agar bisa dekat dengan Allah.

Continue reading “Kamu Mau Jadi Bos?”

Advertisements

Menjadi Penulis Idealisme

Sudah saatnya saya kembali menuliskan tentang dunia kepenulisan. Mohon maaf kepada sobat baraya yang telah menunggu lama hal ini. Jujur, kesibukan saya di kantor baru sedikit membuat mata saya terbuka lebar, khususnya dunia manajemen. Jika sebelumnya saya terlalu asyik dengan dunia bebas bernama freelance dan karyawan suruhan, sekarang saya lebih mencoba belajar bagaimana mengurus banyak orang, baik yang berada di lingkungan kantor maupun yang berada di luar.

Ini dunia baru, resminya. Artinya, saya pernah mengalami hal ini saat menjadi burung yang terbang bebas, tapi itu pun sedikit terkendala saat berhubungan dengan vendor di luar. Dari situ, saya belajar bahwa saat berhubungan dengan siapa pun, ada etika dan timbal-baliknya. Bukan hanya itu, juga sistem perjanjian hitam di atas putih yang HARUS ada. Meskipun yang berhubungan dengan kita adalah teman dekat, hitam di atas putih ini menjadi mutlak agar posisi kita tidak lemah saat meminta hak kita, selama kewajiban telah dilaksanakan. Ini pun sudah digariskan jauh-jauh hari oleh Allah Swt. betapa pentingnya sebuah akad dan dua orang saksi.

Continue reading “Menjadi Penulis Idealisme”