Dia Telah Pergi

Pagi ini harusnya ceria. Dan memang, sosok itu begitu ceria hingga masih bisa mengantarkan Kakak Bintan ke sekolah, menjemput sang belahan jiwa, hingga sempat-sempatnya mengukur celana untuk seragam ke kantor. Namun, apa daya ketika sampai di kantor dan membuka beberapa email kabar itu membuat pagi sosok itu menjadi mendung. Fiuhhh! Hanya Sang Maha yang Mahatahu usia kita sampai kapan. Detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, esok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Wallahu’alam.

Innalillahi wa inna-ilaihi raji’un. Kabar pertama datang dari Mas Ali (penulis buku anak pemecah rekor MURI) yang menyatakan bahwa Nurul Fithorini a.k.a. Nurul F. Huda telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, 18 Mei 2011, pukul 03.15 WIB di RSUD dr. Sardjito, Yogyakarta. Insya Allah jasadnya akan dimakamkan di Purworejo. Pejuang pena itu telah tiada. Takada yang ditinggalkan kecuali karya-karyanya yang berbentuk buku. Kejadian ini mengingatkan sosok itu ketika kehilangan Diana Roswita, pejuang pena lainnya yang menjadi korban Tsunami di Aceh (padahal seperti baru kemarin sosok itu mengedit tulisannya).

Continue reading “Dia Telah Pergi”

Advertisements

Membaca Pendekar Naga Pena

Apakah sobat baraya masih ingat dengan serial televisi ‘Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali’ yang bercerita tentang kisah asmara Yo Ko (Andy Lau) dan Siaw Lionglie (Idy Chan)? Atau mungkin, sobat baraya juga mengenal cerita ‘Pedang dan Kitab Suci’ yang menceritakan pengalaman hidup Tan Keelok, seorang pendekar Cina yang kabarnya adalah seorang Muslim? Jika lupa, tentu sobat baraya masih ingat dengan kisah Boekie dalam ‘Pedang Pembunuh Naga’ atau ‘To Liong To’?

Ya, ketiga cerita itu awalnya adalah berupa novel dari belasan novel yang ditulis oleh Chin Yung (Jin Yung), seorang pria kelahiran Haining, yang sudah puluhan tahun membuai orang dengan jalinan kisah cinta diramu petualangan jagoan kungfu. Luar biasanya, kendati semua ceritanya banyak mengandung unsur kungfu dan jurus-jurus maut semacam ‘Jurus Kodok’ (Ha Mo Kang) milik tokoh rekaan Auwyang Hong (Ouyang Feng) atau ‘Jurus Delapan Belas Telapak Naga’ (Hanliong Sipat Chiang) andalan tokoh rekaan Kwee Ceng (Guo Qing), ternyata Chin Yung sama sekali tidak menguasai ilmu kungfu. Uniknya, banyak ahli bela diri yang menyatakan kekaguman setelah membaca novel-novelnya karena jurus-jurus yang diciptakannya itu memiliki akar yang kuat dari ilmu kungfu itu sendiri.

Continue reading “Membaca Pendekar Naga Pena”