Saksi Pencurian (Bagian 3)

Cerita sebelumnya….

Perlahan-lahan ia kembali mengucapkan salam sambil menyentuh bahu Ujang. Ujang terkejut dan tersipu malu ketika melihat Ustad Yusuf sudah ada di hadapannya. Setelah Ustad Yusuf mengucapkan salam kembali, barulah Ujang menjawab salam itu. Dan Ustad Yusuf segera duduk di sebelah Ujang. “Tidak baik melamun sendiri,” ujar Ustad Yusuf membuka pembicaraan. “Apalagi sore-sore begini.”

Continue reading “Saksi Pencurian (Bagian 3)”

Saksi Pencurian (Bagian 2)

Cerita sebelumnya….

Saat ia hendak melangkah, tiba-tiba saja sebuah tepukan yang sangat keras dan teguran dari arah belakang telah membuatnya hampir terkencing-kencing. “Nah! Ini dia orangnya,” seru Asep tertawa. “Si Jambrong.” “Ngapain kamu sembunyi di sini?” tanya Budi yang juga ikut tertawa. “Mengintip kami, ya?” Keringat-keringat jagung segera bermunculan di sekujur dahi Ujang. Ia menggeleng dengan rasa cemas. Asep menggandeng Budi dan segera berbisik padanya. Matanya sesekali menatap tajam pada Ujang yang memang penakut.

Continue reading “Saksi Pencurian (Bagian 2)”

Saksi Pencurian (Bagian 1)

Ujang bertubuh agak besar jika dibandingkan dengan anak-anak yang seusia dengannya. Menurut orangtuanya, itu diakibatkan oleh cara makannya yang melebihi ukuran normal. Makanan apa pun langsung ditelannya. Tak heran jika kemudian ia sering dipanggil dengan sebutan Ujang Gembrot. Hingga akhirnya ia dipanggil dengan sebutan Jambrong yang berkonotasi dengan Ujang Gembrot. Siang yang tidak terlalu terik, Ujang berjalan santai di bawah pohon-pohon bambu. Kebetulan ia hendak ke rumah Bambang untuk mengajaknya bermain. Jarak antara rumahnya dengan rumah Bambang tidak terlalu jauh, tetapi harus berputar-putar mengitari rumah Pak Haji Amir dan kebun mangganya yang luas, juga melewati deretan pohon-pohon bambu. Memang bukan hutan bambu, tetapi karena jalan yang melewati pepohonan bambu itu cukup panjang (kurang lebih sekira seratus meter) maka sebagian orang mengatakan kalau kawasan itu adalah hutan bambu. Hutan bambu kecil.

Continue reading “Saksi Pencurian (Bagian 1)”