Audisi Penulis Indscript Creative

Tertarik untuk menjadi penulis dan bergabung dalam agensi naskah Indscript Creative? Inilah saat yang tepat. Indscript Creative membutuhkan penulis-penulis yang berkualitas dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Laki-laki dan Perempuan.
  2. Mengirimkan outline, konsep tulisan dengan tema NONFIKSI, berikut daftar pustaka, contoh tulisan, dan biodata ke indscript.creative@yahoo.co.id di CC ke indscript.creative@gmail.com dengan subjek email: AUDISI PENULIS.
  3. Outline lengkap dikirim dalam attachment (lampiran) dan bukan di badan email.
  4. Outline diterima paling lambat tanggal 9 Januari 2012 pukul 24.00 WIB.
  5. Outline yang dikirim bersifat RAHASIA. Jika penulis tidak lolos seleksi, maka outline akan dikembalikan dan tidak akan dipergunakan oleh pihak Indscript Creative.
  6. Dalam proses seleksi ini, tidak diadakan tanya jawab.
  7. Baca dengan teliti seluruh persyaratan sebelum mengirimkan outline.

NOTE : Pengumuman audisi penulis dengan mengatasnamakan Indscript Creative tapi dengan alamat email yang berbeda dengan alamat email dalam pengumuman ini adalah PENIPUAN. Kirimlah outline ke alamat email yang tertera di atas.

Ditunggu karyanya, teman-teman! Silahkan di-sharing di manapun dengan tetap mencantumkan seluruh ISI dari pengumuman ini.

Marketing Communication IIDN

Lygia Pecanduhujan

NB: Contoh outline bisa dilihat di sini atau halaman sebelumnya.[]

Advertisements

Menulis dengan Pensil Ajaib

Menulis adalah sebuah profesi. Bahkan, menjadi seorang penulis adalah unik. Ia bisa menjangkau seluruh profesi. Polisi, hakim, guru, pedagang, tukang becak, atau bahkan nelayan sekalipun membutuhkan keterampilan menulis. Paling tidak, menulis diperlukan saat membuat surat cinta, surat sakit, atau surat formal untuk mengurus keluarga.

Menulis pun telah tersirat dalam Al-Quran, khususnya pada ayat-ayat pertama yang diturunkan (QS Al-Alaq, 96). Setelah membaca  (ayat 1), kita diperintahkan untuk memperhatikan aktivitas menulis (ayat 4). Para ulama pun telah mencontohkan berapa banyak karya tulis mereka selama hidupnya sehingga bisa sampai kepada kita meski terpisahkan ribuan tahun sekalipun.

Continue reading “Menulis dengan Pensil Ajaib”

Sistematis dan Mengikuti Kata Hati (Bagian 3)

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa TEORI itu adalah 5 (lima) jurus ampuh yang bisa digunakan dalam pelajaran menulis. Kita sudah belajar tentang Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma, juga belajar tentang EYD dan Tulisan yang Bagus. Berarti, kita sudah belajar tentang TEO yang jika dipraktikkan akan bermakna besar kalau kamu ingin menjadi penulis. Sebagai tulisan penutup, inilah penjelasan tentang RI.

Continue reading “Sistematis dan Mengikuti Kata Hati (Bagian 3)”

EYD dan Tulisan yang Bagus (Bagian 2)

Sebelumnya, telah dijelaskan pada tulisan Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma bahwa pada saat menulis lupakan titik dan koma. Menulislah apa adanya dan nikmati suasana itu tanpa harus memikirkan aturan-aturan yang membuat irama lagu di kepala kamu itu menjadi berantakan. Menulislah apa yang menurut kamu itu baik dan benar. Setelah itu, baru kita bermain pada beberapa poin di bawah ini.

Continue reading “EYD dan Tulisan yang Bagus (Bagian 2)”

Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)

“Bagaimana memulai menulis?”
“Begitu sulitnya membuat tulisan!”
“Apa resep menulis yang jitu?”
“Begitu banyak ide di kepala tapi hingga sekarang takada satupun yang terselesaikan dalam bentuk tulisan. Bagaimana ini?” Dan berbagai pertanyaan muncul di setiap pertemuan kepenulisan. Semua mengeluhkan betapa sulitnya memulai kegiatan menulis.

Untuk beberapa orang, teori bisa jadi dibuang jauh-jauh. Alasannya mudah saja, yaitu karena teori berawal dari praktik yang kemudian dituliskan menjadi sebuah teori. Namun, tanpa adanya teori bisa jadi takada pembelajaran bagi yang mau belajar. Inilah pentingnya sebuah teori bagi yang ingin belajar. Inilah pentingnya sebuah sekolah atau akademi pendidikan. Dan oleh karena itulah sosok itu mengeluarkan lagi sebuah jurus menulis baru yang dikenal dengan TEORI.

Continue reading “Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma (Bagian 1)”

Belajar dari Mark Twain

“Buatlah kata ‘sial’ setiap kali Anda ingin menuliskan kata ‘sangat’ atau ‘paling’, dengan begitu editor Anda akan mudah menghapusnya dan tulisan Anda pun akan menjadi lebih baik.” ~ Mark Twain

Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Apapun bentuknya. Olahraga baik untuk kesehatan tetapi kalau berlebihan ternyata juga tidak baik. Sosok itu pernah mengalaminya, sampai merasakan apa itu over exercise. Badan pegal-pegal takjelas, hingga takbisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

Makanan juga sehat bagi tubuh, apalagi kalau kehalalannya sudah dipastikan. Beberapa makanan bahkan dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Akan tetapi, jika berlebihan pun ternyata menjadi tidak baik. Lihat saja bagaimana Sang Maha tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (QS Al-A’raf [7]: 31). Atau perkataan Sang Teladan bagaimana sikap yang berlebih-lebihan itulah yang membinasakan kaum-kaum terdahulu (HR Muslim).

Continue reading “Belajar dari Mark Twain”

Memperpanjang Usia dengan Menulis

Apa motivasi terbesar Abang untuk terus menulis?

Sebuah pertanyaan sederhana, yang muncul begitu saja dalam salah satu komen di blog ini. Jujur, sosok itu terjun dalam dunia kepenulisan awalnya adalah ‘terjebak’. Pengertian ‘terjebak’ di sini dikarenakan tidak pernah sedikit pun pikiran dalam benaknya bahwa suatu saat ia akan menjadi seorang penulis. Sosok itu hanya terlalu asyik dengan berbagai aktivitas dimana salah satunya adalah berorganisasi di sebuah forum kepenulisan. Hanya itu.

Continue reading “Memperpanjang Usia dengan Menulis”

Q&A tentang Dunia Menulis (3)

Wika: Mau tanya tulisan yg menggurui bukan mencerahkan itu spt apa maksudnya, terus gimana triknya jika nulis cerita diawal sama akhir dapet, tapi tengah2nya mentok. Terus terang aku ga suka nulis dalam bentuk banyak dialog, seneng lebih menceritakan [spt tulisan curhat ke diary].

Bang Aswi: Tulisan menggurui itu biasanya banyak terdapat pada bacaan anak2. Misalnya saja ketika cerita sudah mengalir dengan baik, ujug2 ada tulisan yang mengutip dari ayat2 tertentu dalam AlQuran atau hadits2 nabi. Artinya, Teh Wika sebenarnya bisa menebak apakah sebuah tulisan itu menggurui hanya dengan membacanya saja. Kalau sudah tahu tulisan yang menggurui itu seperti apa, cobalah untuk menghindarinya.

Continue reading “Q&A tentang Dunia Menulis (3)”