Power of Balance

Kalau kedua anak saya sedang ingin menu telur buat makan, otomatis yang dimintanya pasti telur ceplok. Selain praktis cara membuatnya, tanpa dikocok terlebih dahulu seperti halnya telur dadar, hasilnya pun terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kuning yang terletak di tengah dan bagian putih yang mengelilingi kuningnya. Bagian unik dan menarik yang akan saya ceritakan di sini bukan pada telurnya, tetapi pada bagaimana kedua anak saya itu memakan telurnya.

Bibin, anak pertama, lebih menyukai bagian putihnya. Katanya, sih, bagian putih ada ‘kriuk-kriuk’nya, yaitu pada tepinya. Entah mengapa ia tidak begitu suka dengan bagian kuningnya. Berkebalikan dengan anak kedua, Ninin lebih suka bagian kuningnya daripada putihnya. Alhamdulillah, karena keunikan itulah saya atau istri sering menyuapi keduanya secara bersamaan, artinya cukup satu piring, satu porsi, dan hanya satu telur. Tidak ada yang mubazir. Semuanya berlangsung seimbang.

Continue reading “Power of Balance”

Advertisements

Power of Blind

Saat bersepeda,  saya pernah melihat sesuatu yang mendebarkan di jalan raya, tepatnya di dekat perempatan Jl. Ahmad Yani – Jl. Supratman, pada pagi hari. Seorang tuna netra dengan langkah pasti menyeberangi Jl. Ahmad Yani yang padat tanpa bantuan seorang pun. Otomatis, kendaraan yang lalu-lalang, baik beroda dua maupun beroda empat pun berjalan perlahan-lahan agar orang buta itu minimal tidak terserempet. Luar biasa!

Apa yang bisa ditangkap dari kejadian itu?

Continue reading “Power of Blind”