Konservasi Elang Jawa Bukti Kepedulian Pertamina Mendukung Keanekaragaman Hayati

Konservasi Elang Jawa bukti kepedulian Pertamina mendukung keanekaragaman hayati yang ada di kawasan Kamojang. Hal ini menjadi perhatian utama karena kawasan pegunungan seperti Guntur, Halimun, Salak, Papandayan, Talaga Bodas, dan termasuk Kamojang memiliki lanskap yang menjadi titik favorit bagi para elang untuk bermigrasi. Ada 22,5% jenis elang dari total 311 elang di dunia yang tinggal di Indonesia. Elang Jawa unik, karena secara fisik dianggap sebagai burung yang mirip dengan lambang negara Indonesia, yaitu Garuda. Kalau diperhatikan detailnya, kemiripan itu ada pada kepala dan kakinya yang berbulu hingga sampai pangkal cakar. Garuda adalah hewan yang menjadi tunggangan Batara Wisnu, di dalam mitos kebudayaan Hindu.

Sabtu siang (12/11) yang terik. Setelah bersantap makan siang dengan menu yang menggugah selera sehingga berkeinginan untuk tidur sejenak, sosok itu diminta untuk segera beberes. Itu adalah hari terakhir dirinya bisa menikmati udara Kamojang yang sejuk. Kamojang adalah nama sebuah gunung yang dikenal juga dengan nama gunung Guntur. Kawasan ini terkenal dengan aktivitas panas buminya karena di sanalah terdapat PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) yang dikelola oleh Pertamina dan sebagian uap panasnya dijual ke Indonesia Power. Gunung Kamojang termasuk jenis stratovolcano yang berada pada ketinggian 1.730 meter dan sungguh beruntung sosok itu bisa mengunjunginya kembali setelah berpuluh tahun kemudian. Selain aktivitas kawahnya yang sampai saat ini menjadi tujuan wisata, dia juga ingin melihat Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK).

Continue reading “Konservasi Elang Jawa Bukti Kepedulian Pertamina Mendukung Keanekaragaman Hayati”

Elang Jawa dan Energi Terbarukan

Garut, selalu menjadi kota yang dekat di hati sosok itu setelah Bandung. Mau tahu kenapa? Mayoritas kawan-kawan terdekatnya adalah dari Garut. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Bandung untuk kuliah, induk semangnya adalah asli Garut. Tiada hari yang diperbincangkan selain kampung halamannya. Dan sekarang, paling tidak dua minggu sekali selalu naik motor melewati Garut demi mengunjungi Kakak Bintan yang lagi mondok di Singaparna. Hanya butuh sekira 2 jam untuk dapat sampai di sana dan makan dorokdok sampai kerongkongan kering hehehe. Jauh sebelum semua itu, ternyata dia juga pernah ke Garut saat masih berseragam putih abu-abu, tujuannya adalah Kamojang.

Ada apa dengan Kamojang? Sosok itu ingat bahwa dia ke sana karena diajak oleh kawannya yang asli orang Banten tetapi memiliki saudara yang tinggal di Garut. Mereka berdua memiliki orangtua yang sama-sama bekerja di PLTU Tg. Priok. Saudara kawan itu bekerja di PLTP Kamojang sehingga punya akses untuk bisa melihat dari dekat uap panas yang keluar dari perut bumi. Pengalaman takterlupakan. Suara bising memekakkan telinga yang berasal dari uap panas sehingga dia diajarkan untuk mengambil batang alang-alang yang tumbuh subur guna dijadikan alat penyumbat telinga. Uap yang keluar pun bisa dijadikan alat permainan dengan melempar botol bekas air mineral ke lubangnya, dan botol tersebut langsung terbang dengan bentuk yang tidak utuh lagi. Air panasnya yang tersebar membentuk kolam bisa dijadikan untuk merebus telur. Mengasyikkan.

Continue reading “Elang Jawa dan Energi Terbarukan”