Inilah Rumah Cinta

 

Ya, memang di sinilah alamatnya
Tidak ada kepalsuan di dalamnya
Hanya kejujuran meski sederhana
Tidak dibuat-buat ataupun direkayasa

Di sinilah kita membangun
Berbata-bata hingga tampak anggun
Di sini … di rumah kita
Di rumah cinta

Rumah cinta yang makin semerbak
Dengan senyum anak-anak yang serentak
Dengan bunga nan harum mewangi
Ataupun lagu surga setiap hari

Di sini, Cinta
Di rumah cinta kita

.

.

.

.

.

.

.

Penyakit Cacar

Aku pernah kena cacar, rasanya gatal sekali. Cacarnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kalau digaruk rasanya perih sekali. Ummi menyalepiku setiap hari supaya aku sembuh. Keesokan harinya aku masih sakit. Sakitku 12 hari. Makin lama aku sembuh dan bersekolah. Aku senang bersekolah dan ketemu teman-teman lagi.

Ditulis oleh Bintan [25 Oktober 2011]

Continue reading “Penyakit Cacar”

Puisi dari Seorang Sahabat

Sebuah puisi
Adalah kata-kata berisi
Berpadu menjadi kalimat
Disampaikan dengan khidmat

Puisi, betapapun sulitnya tetap menjadi bentuk tulisan yang paling diminati. Meski begitu, jika ditinjau dari segi penjualan (dalam bentuk buku) sangat berkebalikan. Buku-buku puisi takbegitu diminati. Penjualannya sangat kurang. Hanya buku “Aku” dengan gambar Chairil Anwar yang booming bersamaan dengan meledaknya film “Ada Apa dengan Cinta?”, lalu melejitkan bintang-bintang muda pemerannya seperti Dian Sastrowardoyo, Nicolas Saputra, dan Titi Kamal. Mira Lesmana juga terdongkrak namanya lewat rumah produksi Miles Production.

Continue reading “Puisi dari Seorang Sahabat”

Bukber Sambil Berpuisi

Ada kerinduan tersendiri bagi sosok itu berkumpul dan bercengkerama dalam suasana puitis. Dan hal itu takterjadi jika bukan dalam komunitas penulis yang bergiat di bidang kesusastraan. Forum Lingkar Pena (FLP) memang masih dianggap sebelah mata oleh beberapa kalangan yang menyebut dirinya sastrawan/wati. Beberapa menyebutkanya sebagai kelompok ‘Mualaf Sastra’. Anak kemarin sore yang baru belajar menulis. Akan tetapi inilah FLP.

Inilah FLP yang telah membesarkan dan merawat sosok itu hingga berani mencari segenggam berlian dari kegiatan menulis. Di wadah inilah sosok itu mulai mengenal beberapa nama yang telah malang-melintang di jagad kesusastraan Indonesia. Bersama Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Izzatul Jannah, Muthmainnah, Afifah Afra, Habiburrahman El-Shirazy, Sinta Yudisia, M. Irfan Hidayatullah, dan masih banyak nama lain yang jauh lebih tenar dan terkenal dibanding sosok itu. Dan dari komunitas inilah sosok itu kemudian bisa berdiskusi dengan Joni Ariadinata, Bambang Q-Anees, Boim Lebon, Gol A Gong, Taufiq Ismail, Ahmadun Y. Herfanda, Yus R. Ismail, Soni Farid Maulana, dan beberapa nama hebat sastrawan lainnya.

Continue reading “Bukber Sambil Berpuisi”