Mengasah-Mengolah Kepekaan Berpuisi

Beberapa waktu yang lalu sosok itu pernah mengadakan Kuis Poetry Hujan di sini, bekerja sama dengan Puteri Amirillis. Alhamdulillah pagelaran itu telah selesai dan telah terpilih 2 (dua) orang pemenang, yaitu Mas Bro dan Neng Orin. Selamat untuk keduanya. Dalam kesempatan kali ini, sosok itu mencoba menjelaskan tentang proses kreatif penulisan puisi yang tidak kalah serunya dengan penulisan cerita fiksi yang sering jadi bahasan di blog ini.

Menelusuri proses kreatif penulisan puisi sama asyiknya dengan menulis puisi itu sendiri. Setiap penyair sudah pasti memiliki cara pandang yang berbeda tetapi secara esensial akan mengarah pada titik yang sama, yakni puisi sebagai medan ekspresi dari bayang-bayang pengalaman. Perlu diingat bahwa puisi itu mudah dipelajari tetapi isi dan kualitas puisi sangat bergantung kepada intensitas penghayatan si penyair terhadap berbagai pengalaman hidup yang menarik perhatiannya. Termasuk juga dalam hal ini adalah penguasaan akan kata dan bahasa.

Continue reading “Mengasah-Mengolah Kepekaan Berpuisi”

Rasakanlah, Cinta

Embun itu cinta,
dan aku akan mengecupnya
hingga menjelma bunga.

Adalah hati
yang dapat merasakan cinta.
Apalah arti kata-kata
yang bertaburan permata
jika pada akhirnya semu?

Aku hanya  ada di sini untukmu
dan kau pun bersemayam di hatiku.
Kita adalah nyata dan mereka semu.

Rasakanlah, Cinta.
Rasakan.

Harapan: Secarik Catatan

Seribu jiwa memeluk awan bermain raga menyentuh hati bersanding dengan pelangi yang muncul setelah hujan turun di pagi yang ranum. Mengelebatkan noktah cahaya yang tertinggal pada masa lalu yang kelabu yang pekat yang entah yang sepi yang gulita.

Sendu
Ia melangkah
Sendiri
Sepi
Takut

Dan pelangi itu muncul
Harapan baru akan hidup terang
Berwarna emas bermandikan manik-manik
Menghampiri: sebuah perjalanan

Badai, petir, angin, gemuruh, guntur, apalah hujan
Takakan menyurutkan langkah
Terus bergerak mewangikan hati membersihkan jiwa meluaskan rasa
Takada lagi tenggelam takada lagi karam

Mari kita melayang

Mei 2011
~ untuk persahabatan, persaudaraan, dan cinta

aku, ketika

malam ini sunyi
bukan, pagi ini seharusnya
perpindahan waktu dari
malam yang ramai dan basah
kepada pagi yang masih malu-malu

hanya aku, ditemani suara cleopatra yang lucu dan menggemaskan. tetapi takseperti yang kaukira tentang seorang ratu yang terkenal akan kecantikan semunya. dan suara ketukan tuts pengolah kata mengantarkan aku pada ujung lelah. entah berapa lelah lagi harus aku rasakan untuk dua hari ke depan. halaman ini, entah esok.

pagi sepi
lelap telah menyelimuti dua putri
aku. di sini. sendiri.

Puisi dari Seorang Kawan

Alhamdulillah. Sosok itu bersyukur memiliki banyak kawan. Baik di lingkungan kerja, di lingkungan kepenulisan, di lingkungan manapun, termasuk di lingkungan hobi bersepeda. Salah satunya adalah Ceu Idew a.k.a. Dewi Najmi Kristiani. Beliau adalah pesepeda wanita yang cukup dikenal, meski putri sulungnya sudah siap memasuki bangku perkuliahan. Di luar itu, beliau pun sangat gemar menulis. Dan salah satu karyanya adalah puisi di bawah ini.

Walau pagi berhias gerimis mengundang,
ku tetap bersepeda dengan riang,
bersama orang-orang tersayang,
menyusuri sungai dan pematang.

Continue reading “Puisi dari Seorang Kawan”

Puisi: Kekuatan Kata yang Luar Biasa

Sosok itu pernah mengadakan survey kecil-kecilan. Tidak jauh-jauh, media yang digunakan adalah media jejaring sosial yang memang lagi digandrungi oleh manusia Indonesia. Tak lain dan tak bukan adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti “Buku Muka”. Siapa pun tahu tentang media yang efeknya luar biasa ini. Dari tidak kenal menjadi kenal, dari berpisah menjadi bertemu kembali, sampai dari rasa sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat tiba-tiba menjadi autis. Ini masalah prioritas sebenarnya.

Survey yang dilakukan adalah memberikan “sekadar” ucapan pada orang yang berulang tahun. Tidak pada wall-nya, melainkan pada inbox-nya. Ini pun sudah masuk ke dalam kehidupan pribadi mereka karena tidak ada yang tahu kecuali mereka berdua. Sangat berbeda jika melalui wall, dimana hampir seluruh penghuni “Buku Muka” ini mengetahuinya. Untuk memberikan efek kejutan, sosok itu pun menaburkan ucapan selamatnya dalam bentuk puisi.

Continue reading “Puisi: Kekuatan Kata yang Luar Biasa”