Tips Menulis Ala Blogger

Aihhh … blogger naik daun lagi, neh. Kurvanya naik turun sesuai perkembangan teknologi dan mood. Nah, yang terakhir ini memang jadi penyakit banyak blogger, dan juga manusia lainnya (termasuk sosok itu). Meski sempat tenggelam beberapa tahun lalu, ngeblog terus berenang untuk sampai ke permukaan hingga akhirnya sekarang telah berhasil mengapung dan terbang meninggalkan dunia air. Duh, kesannya. Pokoknya, yang dulu blogger hanya bisa disentuh oleh tangan-tangan idealis, kini sudah semakin dilirik oleh banyak kalangan. Banjir undangan pun memenuhi. Asal aktif di grup yang khusus, dijamin bahan tulisan tidak pernah habis. Perut kenyang dan syukur-syukur isi dompet bertambah sudah bukan barang aneh lagi.

Hanya saja, tidak sedikit blogger yang akhirnya malah terbawa arus. Mereka laksana buih di lautan dan tidak memiliki identitas lagi sebagai apa adanya mereka. Ya sebagai pribadi maupun sebagai blogger. Sosok itu sendiri sedang becermin, jangan-jangan dirinya juga telah berubah menjadi buih. Lalu ditiup oleh anak-anak hingga menjadi gelembung-gelembung yang diterbangkan angin menuju entah. Gelembung yang rapuh dan mudah sekali pecah. Idiiih … serem banget. Yup, blogger itu kan unik. Mereka memiliki ciri khas tertentu sehingga wajar kalau akhirnya dipercaya untuk mem-branding sesuatu. Entah itu event ataupun produk. Nah, kalau ciri khas itu hilang, lalu apa bedanya dengan jurnalis? Eh, jurnalis masih mending karena punya payung media. Lah, kalau blogger payungnya apa?

Continue reading “Tips Menulis Ala Blogger”

Advertisements

Nyereung Itu Nikmat, Lho!

Nyer-1Entah mengapa yang namanya makanan selalu terbayang-bayang, apalagi kalau makanannya itu memang menarik secara visual dan lezat di mulut. Yummy! Bahkan, tiga bulan berlalu tetap saja terbayang-bayang dengan satu tempat yang takjauh dari Gasibu/Gedung Sate/Monumen Perjuangan, Bandung. Ya, sosok itu masih terbayang-bayang dengan satu kedai yang mengusung sebuah jargon “THE RIGHT PLACE TO SPICE UP YOUR TUMMY”. Ehm, inilah Kedai Nyereung yang dimaksud itu.

‘Nyereung’ adalah sebuah kata dalam bahasa Sunda yang artinya kurang lebih ‘menyengat’. Lebih tepatnya, ‘nyereung’ itu adalah sebuah kondisi dimana setelah minum soda ada perasaan ‘menyengat’ pada hidung. Bukan hanya soda, beberapa orang juga merasakan sensasi yang sama setelah memakan makanan yang pedas. Nah, sensasi ‘nyereung’ inilah yang akhirnya diambil namanya oleh kedai ini. Mengapa ‘nyereung’? Karena makanannya memang serba pedas alias lada dan minumannya pun serba mengandung soda. Inilah kekhasannya.

Continue reading “Nyereung Itu Nikmat, Lho!”

Pengumuman Kuis Review Buku

80% rangsangan seksual remaja dipicu oleh media.

Tidak ada remaja putra yang berupaya memastikan kualitas spermanya saat memasuki pubertas. Mereka tidak menyadari bahwa sperma yang dimilikinya telah matang dan sanggup membuahi sel telur siapa saja dan kapan saja.

Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 95% pria dan 85% wanita melakukan masturbasi. Dan sekitar enam belas juta remaja putri menjadi ibu muda per tahunnya.

Continue reading “Pengumuman Kuis Review Buku”

Kuis Review Buku Berhadiah Buku

80% rangsangan seksual remaja dipicu oleh media.

Tidak ada remaja putra yang berupaya memastikan kualitas spermanya saat memasuki pubertas. Mereka tidak menyadari bahwa sperma yang dimilikinya telah matang dan sanggup membuahi sel telur siapa saja dan kapan saja.

Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 95% pria dan 85% wanita melakukan masturbasi. Dan sekitar enam belas juta remaja putri menjadi ibu muda per tahunnya.

Itulah fakta mengerikan saat ini. Fakta yang benar-benar terjadi di lingkungan kita sendiri, di rumah kita sendiri. Pendidikan seks telah disalahgunakan dan tidak tepat sasaran. Dalam buku Sex Education for Children yang diedarkan di India, Polandia, Dubai, Korea, Inggris, dan Amerika Serikat bahkan dikatakan bahwa pendidikan seks berbasis kondom telah mengalami kegagalan.

Continue reading “Kuis Review Buku Berhadiah Buku”