Menyemai Kampung Andir, Melebur di Legok Barong

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air

air
mata

~ Membaca Tanda-Tanda (Taufiq Ismail, 1982)

Pak Endang merasakan pergerakan yang aneh di bawah kakinya. Seolah-olah bumi sedang bergerak dengan sendirinya. Sadar akan bahaya yang akan menghampiri keluarga, dengan gerak cepat ia pun langsung menyuruh seluruh anggota keluarganya ke luar rumah. Sekali melirik sambil menggendong anak bungsunya, tampak jelas beberapa dinding rumahnya yang mulai retak. Di tanah lapang yang agak luas, meski hujan, beberapa warga juga terlihat berkumpul. Mereka menyebar mencari tempat perlindungan. Hingga kemudian seorang yang dianggap pemimpin mengajak seluruh warga untuk menuju ke satu tempat yang aman. Keesokannya harinya, bencana itu terjadi. Longsor menghancurkan hampir semua rumah di Kampung Cilawang, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Continue reading “Menyemai Kampung Andir, Melebur di Legok Barong”