Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga

Seorang anak perempuan berusia sekira 9 tahun meluncur dengan sangat cepatnya–diperkirakan lebih dari 30 km/jam–menyusuri Jl. Ir. H. Djuanda hanya dengan menggunakan sepatu roda. Sepatu roda?! Ya, jika kita membayangkan jalan Dago yang sering macet tentu mustahil ada seorang anak bersepatu roda yang berani menyusuri jalan tersebut dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, itulah salah satu pemandangan yang terjadi saat uji coba Dago Car Free Day kemarin (25/04).

Anak perempuan tersebut tidak sendirian. Dengan seragam birunya, dia bersama rekan satu tim sepatu rodanya mencoba meramaikan acara bebas kendaraan bermotor pada jalan yang kanan kirinya penuh dengan beberapa tempat mendulang uang yang selalu ramai di penghujung minggu itu. Tidak hanya mereka, hadir juga pada hari itu satu keluarga dengan kereta bayi yang ditarik sepeda. Isinya pun dua anak balita yang begitu menikmati perjalanan itu. Benar-benar menyenangkan dan menyegarkan.

Continue reading “Dago Car Free Day 2010: Tunas-tunas Itu Pada Akhirnya Bermunculan Juga”

Fakta-Fakta Bike to School

  1. 73% orangtua tidak pernah berpikir bahwa anak-anak mereka memiliki cukup latihan fisik selama di sekolah.
  2. Anak-anak yang diantar ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor menghabiskan waktunya di atas kendaraan tersebut rata-rata 2 jam 35 menit dalam satu minggu, yang setara dengan 8% dari waktu sekolah mereka. Bandingkan dengan 5% dari waktu sekolah untuk kegiatan fisiknya (olahraga resmi).
  3. 67% orangtua melihat adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran saat anak-anak mereka bersepeda ke sekolah.
  4. Continue reading “Fakta-Fakta Bike to School”

Sepeda Ampibi

Musim banjir telah tiba. Tidak hanya Jakarta sebagai kota metropolitan yang selalu berlangganan banjir, Bandung yang seharusnya jadi tempat ‘istirahat’ bagi orang-orang Jakarta pun juga ikut terendam banjir. Tidak main-main, bahkan banjir yang terjadi di Cieunteung pun hitungannya sudah mingguan dan mayoritas penduduknya kini tinggal di beberapa titik pengungsian. Beberapa kendaraan bermotor sudah tak mampu lagi, beberapa bahkan mogok di tengah jalan hingga terpaksa diangkut rakit. Untuk kedalaman tertentu, sepeda masih bisa digowes, selebihnya ….

banjir1

Continue reading “Sepeda Ampibi”

Mas Paimo, Abah Iwan, dan Kampusku: ITB

Mentari menyala di sini
Di sini, di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai di sini
Di sini, di urat darahku

Saya tersentak! Ya, lagu itu mengingatkan saya kembali ke masa 15 tahun yang lalu saat menjalani program pengenalan kampus yang lebih dikenal dengan istilah OSPEK. Kini, lagu itu diperdengarkan pada opening film dokumentasi perjalanan pesepeda berkeliling dunia yang dilakukan oleh Mas Paimo (50 tahun). Lagu Mentari pertama kali diperkenalkan oleh Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan yang terkenal sebagai pecinta alam dan (juga) pesepeda dimana lagu yang paling dikenal dari sekian lagu-lagu ciptaannya adalah Melati dari Jayagiri.

Continue reading “Mas Paimo, Abah Iwan, dan Kampusku: ITB”

Sejarah B2W Indonesia [Part 3 of 4]

Pada Jum’at sore di bulan November 2005, sebuah pemandangan istimewa (bahkan bisa dikatakan luar biasa) terjadi di Jl. Cikapayang, tepatnya di bawah jembatan layang Pasupati. Ratusan orang beragam usia dan juga sepeda dari berbagai jenis dan merek berkumpul bersama dalam rangka mengkampanyekan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan. Adalah Akhmad Riqqi, staf pengajar di Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, yang mencetuskan ide itu bersama beberapa kawan dan juga mendirikan Bike Commuter Bandung (BCB), sebuah kelompok sepeda yang anggotanya juga merupakan anggota dari beberapa kelompok sepeda yang sudah ada.

“Sejak BBM naik, memang banyak yang pindah ke motor. Tapi motor juga kan masih bergantung pada BBM. Kita ingin memperlihatkan sepeda bisa menjadi alternatif transportasi supaya Kota Bandung bersih,” ujar Akhmad Riqqi mengenai alasan mengapa kegiatan itu digaungkan. Apalagi, lanjutnya, ada dua faktor penting yang sangat berkaitan, yaitu akibat kenaikan harga BBM dan juga kesadaran untuk hidup sehat dengan menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan (karena tanpa BBM). Sepeda sebagai moda transportasi pun bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk bersekolah, kuliah, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang berkaitan. Makanya kegiatan ini memakai slogan “Bike to Work, Bike to Campus, Shared the Road”.

Continue reading “Sejarah B2W Indonesia [Part 3 of 4]”

Pentingnya Jalur Sepeda di Kota [Part 2 of 4]

New York adalah kota terpadat dari segi lalu lintas. Boleh dibilang kemacetan adalah kejadian sehari-hari yang tidak perlu diceritakan lagi. Sebagai salah satu kota dari negara maju, mereka pun ternyata tidak menganaktirikan sepeda. Bahkan bike lane atau jalur sepeda pun sudah disediakan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan patokan kalau pesepeda di sana sudah dimanjakan. Hampir semua warganya mengatakan kalau bersepeda di Kota New York adalah tindakan bunuh diri. Perlu keberanian yang luar biasa untuk menembus kepadatan lalu lintas di kota besar itu dengan sepeda.

Loh, ada apa sebenarnya? Pemerintah New York pun akhirnya mengadakan studi banding tentang jalur sepeda ke beberapa kota dunia seperti Koppenhagen, Paris, Amsterdam, Bogota, dan semacamnya. Akhirnya mereka pun mengetahui kalau jalur sepeda di New York salah dalam tata letaknya. Mereka meletakkan jalur sepeda di antara tempat parkir dan jalan raya, sehingga jalur sepeda itu kebanyakan habis untuk tempat parkir dan para pesepeda pun tetap berjuang keras di tengah-tengah jalan raya yang padat. Sementara di kota-kota lain yang dijadikan studi banding, jalur sepeda ditempatkan di antara pedestrian dan tempat parkir. Bahkan antara jalur sepeda dan tempat parkir pun di sediakan pembatas yang aman (sementara di Bogota, pembatas yang dipakai juga ditanami beberapa tanaman yang indah dan menarik).

Continue reading “Pentingnya Jalur Sepeda di Kota [Part 2 of 4]”