Siapa Bilang Sepeda Tidak Ada Manfaatnya? [Part 1 of 4]

Jika sobat baraya tinggal di Jakarta, cobalah sekali-kali memantau Jl. Sudirman di pagi atau sore hari. Lihatlah baik-baik keadaan lalu-lintas di jalan itu. Abaikan kendaraan bermotor yang beroda dua, empat, atau lebih yang lewat. Abaikan pula kendaraan non motor di mana empunya kendaraan juga masih tetap berjalan kaki. Tapi perhatikan kendaraan non motor yang melaju (boleh dikatakan) cepat di antara kendaraan bermotor, beroda dua, dan pengendaranya berpakaian layaknya sedang berolahraga. Memakai helm, sepatu, sarung tangan, kacamata, pakaian ringkes, dan ransel.

Ya, kendaraan itu adalah sepeda. Dan pengendaranya sebenarnya bukan sedang berolahraga (kendati mereka semua sepakat kalau apa yang mereka lakukan adalah berolahraga), melainkan sedang berangkat kerja atau istilah kerennya adalah Bike to Work (B2W). Apa?! Mereka berangkat kerja dengan bersepeda? Apakah mereka orang tidak punya? Tidak juga, karena sebagian dari mereka adalah para pengusaha muda. Jadi, mereka pun sebenarnya punya motor dan bahkan mobil di rumahnya. Tapi kenapa bersepeda?

Continue reading “Siapa Bilang Sepeda Tidak Ada Manfaatnya? [Part 1 of 4]”

Advertisements

B2W sebagai Komunitas yang Tepercaya 2009

Menurut Majalah SWA No.XXV/12-25 November 2009, Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Bike To Work (B2W) Indonesia dipercaya menduduki peringkat pertama sebagai Indonesia Most Recommended Consumer Community 2009. Jelas, hal ini cukup membanggakan mengingat perjuangan komunitas yang peduli pada masalah lingkungan dengan mengurangi polusi udara dan suara, telah berlangsung selama 5 tahun, yaitu sejak 4 Agustus 2004 di Plaza Danamon, Jakarta. Di Bandung sendiri, B2W chapter Bandung baru berdiri pada November 2005 setelah gebrakan pertamanya digagas oleh Akhmad Riqqi, pendiri Bike Commuter Bandung.

Komunitas B2W telah mengalahkan beberapa komunitas yang sebenarnya jauh lebih dikenal dan popular. Sebut saja Harley Davidson Club Indonesia (2), Forum Pembaca Kompas (7), Kaskus (9), Slankers (12), Jakmania (26), Multiply Indonesia (29), Harry Potter Indonesia (30), dan lain-lain yang mayoritas adalah komunitas pecinta kendaraan bermotor beroda dua dan beroda empat. Dari 30 peringkat teratas, ada 14 komunitas kendaraan bermotor yang terdiri dari 5 komunitas kendaraan bermotor beroda dua dan 9 komunitas kendaraan bermotor beroda empat. Apabila dirunut dari waktu berdirinya, tentu membanggakan mengingat B2W terbilang masih berusia jagung jika dibandingkan dengan semua komunitas yang ada.

Continue reading “B2W sebagai Komunitas yang Tepercaya 2009”

Catatan H+1 Malam Tahun Baru 2009

Kampanye sepeda tidaklah harus beramai-ramai untuk menunjukkan apa yang ingin kita kampanyekan. Akan tetapi, jika niat dan hati kita tulus untuk berkampanye meski hanya sendiri, insya Allah tujuannya pun akan tercapai dengan baik pula. Inilah yang pernah saya lakukan, meski sebenarnya niat bersepeda malam hari tadinya mau dilakukan saat malam Tahun Baru tetapi tidak jadi karena satu dan lain hal. Kenyataannya saya tidak menyesal karena dari berita yang saya dapatkan, lalu lintas di beberapa titik Kota Bandung macet total saat malam pergantian tahun itu.

Seperti biasa, saya pun mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Celana sepeda yang tersembunyi di balik celana jeans, sandal gunung, sweater kesayangan, rompi kuning B2W edisi perdana (karena sudah ada edisi kedua yang sedikit berbeda ^_^), helm biru dengan tambahan karet ban untuk menempelkan lampu belakang, sarung tangan baru, dan tentu saja SPIDI bermerek Master dengan sedikit pemompaan pada ban depannya. Rencana saya adalah menggowes nonstop alias tanpa henti dari berangkat hingga pulang ke tempat-tempat yang bahkan saya pun belum pernah melaluinya dengan sepeda, plus [kalau bisa] tanpa minum.

Continue reading “Catatan H+1 Malam Tahun Baru 2009”

Power of Blind

Saat bersepeda,  saya pernah melihat sesuatu yang mendebarkan di jalan raya, tepatnya di dekat perempatan Jl. Ahmad Yani – Jl. Supratman, pada pagi hari. Seorang tuna netra dengan langkah pasti menyeberangi Jl. Ahmad Yani yang padat tanpa bantuan seorang pun. Otomatis, kendaraan yang lalu-lalang, baik beroda dua maupun beroda empat pun berjalan perlahan-lahan agar orang buta itu minimal tidak terserempet. Luar biasa!

Apa yang bisa ditangkap dari kejadian itu?

Continue reading “Power of Blind”

Don’t Forget: Pemanasan Sebelum Bersepeda

Apapun niat sobat baraya bersepeda, baik olahraga maupun transportasi, bersepeda tetap saja merupakan aktivitas yang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, jika kita bersepeda untuk jangka waktu yang cukup lama akan mengakibatkan rasa pegal-pegal pada bagian leher, kepala, dan punggung. Begitu pula rasa sakit pada bagian sikut dan maaf … pantat. Termasuk juga jika bersepeda pada medan-medan yang lebih berat dari biasanya seperti kegiatan cross country. Pada beberapa kasus, rasa pegal dan sakit itu dapat mengakibatkan kejadian fatal yang sangat berbahaya. Saya pernah menonton pertandingan sepeda kategori downhill yang salah satu pesertanya mengalami patah di bagian sikut karena tidak kuat menahan goncangan hebat saat melewati jalan yang tidak rata. Belum lagi dengan cidera otot akibat kram yang tentu sangat membahayakan pesepeda.

Continue reading “Don’t Forget: Pemanasan Sebelum Bersepeda”

Yuk, Bersepeda di Jalan Raya

Kualitas udara yang buruk dapat mempengaruhi fungsi paru-paru para pesepeda seperti bersepeda di dekat pembuangan asap bis atau mobil. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap para pembawa pesan bersepeda (cycling messengers) di London yang dilakukan oleh Universitas Brunel. Mereka mengatakan kalau efek negatif dari udara yang buruk itu membuat kesehatan para pesepeda itu makin buruk. Meskipun para pesepeda itu memilih waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, hasilnya ternyata tidak terlalu mempengaruhi. Sementara itu peneliti dari Universitas New South Wales menyatakan bahwa kesehatan para pesepeda akan lebih terjaga kalau ada banyak orang yang bersepeda di jalan. Nah, yang jadi pertanyaan penting adalah apa yang harus dilakukan para pesepeda? Apakah harus bersepeda pada waktu dimana keadaan lalu lintas tidak terlalu padat, menghindari jalur bis, atau menggunakan masker?

Masker memang bisa menjadi salah satu alternatif karena mengubah kinerja paru-paru menjadi lebih baik setelah bekerja selama 7,5 jam di jalan-jalan London yang sibuk daripada tidak memakai masker. Pada saat tingkat polusi sedang tinggi, kinerja paru-paru berkurang lima persen dan para pelakunya mengalami efek “acute inflammation” atau rasa sakit (yang kadang-kadang disertai panas) pada paru-paru mereka. Saat kualitas udara kembali membaik, kinerja paru-paru juga kembali normal. Perlu diketahui bahwa paru-paru adalah penghantar terbaik sehingga hanya membutuhkan 10 detik untuk menghantarkan partikel-partikel asap rokok yang terhisap untuk mencapai otak.

Continue reading “Yuk, Bersepeda di Jalan Raya”