Aku Belajar

Aku belajar hari ini
Kami belajar pada detik ini
Bahwa keluarga adalah proses
Bahwa keluarga bukanlah kelas
Bukanlah sekolah yang akan berakhir dengan kelulusan

Keluarga adalah berjalan
Adalah jalan takberkesudahan
Di sini kita belajar
Di sini kita memperbaiki kesalahan
Di sini kita berusaha memahami

Membangun keluarga bukanlah simsalabim
Bukanlah siapa pasangan kita
Bukanlah dia yang baik atau dia yang berpendidikan
Bukanlah dia yang bercahaya di mana-mana
Tapi keluarga adalah aku … bukan aku yang egois

Adalah aku yang ikhlas
Adalah aku yang sabar
Adalah aku yang terus menghitung kesalahan sendiri
Adalah aku yang takmenuntut pasangan
Aku yang terus berproses

Aku, kamu, dia, kami, kita, mereka

Advertisements

Wajah Peneduh Hati

Sosok itu menunggu. Kerumunan orang seolah takberhenti lewat di depan dan di belakang. Sementara kelebatan masa silam terpampang di depan mata. Saat dia bergelantungan di tengah bus, dikelilingi oleh banyak orang yang senasib. Namun wajah di depannya meneduhkan hatinya. Begitu pula saat sosok belasan tahun itu muncul kembali dari arah sana. Ya, dari arah sana. Masih wajah yang meneduhkan hatinya.

Bus itu penuh sesak, seperti hari biasanya. Hari-hari orang pulang pergi dengan bermacam tujuan. Sosok itu berdiri, takada tempat duduk tersisa. Sosok itu berdiri, meski lelah tetapi dia merasa sangat beruntung karena kepergiannya kali ini tidak sia-sia. Seorang kawan telah menunggu. Dan seorang kawan baru dikenalkan kepadanya. Saat itu, hidupnya seolah berwarna.

Continue reading “Wajah Peneduh Hati”