Tempat Sampah Kang Emil

Sampah-2

Beberapa bulan setelah Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) diangkat menjadi walikota Bandung, beberapa gebrakan mulai dijalankan. Salah satu yang biasa dilakukan oleh para pemimpin sebelumnya adalah pengadaan tempat sampah di tepi-tepi jalan. Keberadaan tempat sampah ini tentu amat penting, apalagi bagi sosok itu. Pernah suatu kali, sepulang ngaboseh dari Dago Atas dia mengonsumsi makanan yang menghasilkan sampah. Seperti kebiasaannya, sepanjang perjalanan dia mencari tempat untuk membuang sampah miliknya itu. Dan hingga sampai di rumah mertuanya di Jl. Papanggunan, Binong, ternyata tidak ditemukan tempat sampah. Sampah tersebut pun terpaksa dibuang di tempat sampah rumah mertuanya.

Continue reading “Tempat Sampah Kang Emil”

Advertisements

Lebaran (Tidak) Hijau

Ramadhan adalah bulan rohani. Pada bulan ini, rohani umat Muslim dicuci dan dibersihkan setelah 11 (sebelas) bulan lebih mementingkan jasmani. Sudah seharusnya, rohani yang bersih itu akan melahirkan perilaku yang bersih pula. Namun kenyataannya masih ada beberapa perilaku yang tidak disadari atau bahkan disadari telah menjadi budaya dari ketidakbersihan itu. Salah satunya adalah menumpuknya sampah baru dimana pada hari raya tukang sampah dijamin tidak ada atau berkurang.

Bukan hal baru lagi kalau pergi menunakan shalat Ied di lapangan adalah membawa kertas koran sebagai alas dari sajadah. Fungsinya sebenarnya menjaga agar sajadah itu tidak kotor, apalagi kalau sehabis hujan. Padahal, fungsi sajadah sudah menjadi alas agar tubuh atau pakaian kita tidak kotor oleh tanah. Di sinilah yang menjadi permasalahan dan tampaknya telah membudaya di seluruh masyarakat Indonesia. Koran-koran yang dibawa untuk alas sajadah itu pun ternyata tidak dibawa lagi dan dibiarkan ditinggalkan di lapangan. Sampah-sampah kertas koran pun menumpuk di sana.

Continue reading “Lebaran (Tidak) Hijau”