Ingatlah untuk Beristirahat

Manusia memang hanya bisa berencana dan berusaha. Manusia punya banyak keinginan, begitu pula dengan sosok itu dan keluarganya. Ada rencana mau berlibur ke Jakarta karena Kakak Bibin dan Adik Anin sudah nggak sabar ingin bertemu dengan mbahnya. Tetapi apa mau dikata, semuanya tinggal rencana belaka. Setelah beberapa hari tubuh sang belahan jiwa tidak enak dan nyaman, bahkan hari sebelumnya lebih banyak tidur-tiduran, akhirnya setelah dinas malam paginya langsung dirujuk untuk dirawat inap. Hari libur tanggal 25 Desember, Umi pun resmi masuk rumah sakit.

RS-1

Continue reading “Ingatlah untuk Beristirahat”

Advertisements

Jangan Begadang dan Bangun Kesiangan

Ya, Bang Rhoma sudah mengingatkan bahwa begadang itu tidak sehat. Penyakit yang paling parah dari aktivitas begadang adalah kanker hati! Apalagi jika ditambah dengan aktivitas lain yang amat mubazir dan bahkan mengganggu orang lain untuk beristirahat. Ingat, mencegah jauh lebih baik dan murah ketimbang harus mengobati. Bangun kesiangan yang juga merupakan proses lanjutan dari begadang pun juga tidak sehat, tidak hanya rezeki yang katanya dipatok ayam.

Oleh karena itu, mulai saat ini juga: Yuk, atur gaya hidup kita lebih sehat lagi dengan tidak begadang dan bangun kesiangan. Atur juga pola makan kita sehari-hari. Pengaturan jadwal istirahat dan pola makan ini perlu diperhatikan karena memang tubuh kita sudah otomatis memiliki jam kerja yang tidak bisa diubah lagi, yaitu untuk penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna.

Continue reading “Jangan Begadang dan Bangun Kesiangan”

Rasulullah saw. Adalah Dokter Terbaik

Berbicara tentang kesehatan selalu tidak lepas dengan peran ahli kesehatan. Jika dahulu kita mengenal adanya tabib maka kini profesi itu sudah melekat pada dokter. Secara teori, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Siti Nafsiah, 2000). Namun kesehatan menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing orang karena dalam Islam telah ditekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah.

Bahkan, kesehatan pun menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai dengan Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan yang menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. Tanggung jawab ini saling bersinergi demi terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah, dan juga pihak swasta secara bersama-sama. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Dan kesehatan pun merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum (UU RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran).

Continue reading “Rasulullah saw. Adalah Dokter Terbaik”

Sehat Itu Mutlak, Bukan Main-Main

Sosok itu menerawang. Jauh ke masa lalu, sekira sepuluh tahun silam. Pada saat dirinya masih berstatus mahasiswa. Pada saat dimana dengan sekuat tenaga, dia mencoba menyelesaikan ujian praktikum. Ujian pertama yang di hadapinya. Meski tubuhnya menggigil. Meski sudah berbalut jaket tebal dan berbalut lagi dengan jas labnya.

Hari itu memang berhasil, tapi tidak dengan hari-hari berikutnya. Dengan muka pasi, dirinya memaksakan diri ke luar kota: keesokan harinya. Semalam hampir saja dia kehilangan kesadaran. Perutnya makin membuncit yang entah penyebabnya. Dan di depan kedua orangtuanya, sosok itu menjatuhkan diri. Letih, yang amat sangat. “Mirip tengkorak hidup,” ujar sang ibu.

Continue reading “Sehat Itu Mutlak, Bukan Main-Main”

Kembali pada Alam

Dua hari terakhir ini, saya mencoba mengembalikan kehidupan yang lebih alami lagi, khususnya pada asupan yang akan mengisi tubuh saya. Jujur, saya pun ‘ngeri’ melihat perkembangan tubuh yang luar biasa. Terakhir menimbang, yaitu seminggu yang lalu, berat badan saya telah mencapai 76 kg. Bandingkan dengan ketinggian tubuh saya yang hanya 170 cm. Idealnya, tubuh saya memiliki berat maksimal 70 kg.

Bersepeda ke kantor sudah saya lakoni sejak 2005, bahkan bersepedanya sendiri sudah dilakukan jauh sebelum itu. Hanya saja, mungkin saya kurang ‘ngotot’ bersepeda agar lemak yang ada di tubuh bisa terbakar. Mungkin faktor keluarga yang membuat saya merasa tenang dan tentram sehingga makan pun menjadi tak bermasalah dan nikmat-nikmat saja. Mungkin juga faktor usia yang membuat tubuh begitu mudahnya mencipta lemak yang pada akhirnya enggan untuk pergi. Mungkin juga faktor kesibukan sehingga saya tidak begitu memperhatikan kondisi tubuh. Wallahu’alam. Tampaknya saya harus berolahraga lebih giat lagi. Mungkin harus ditambah dengan renang tiap minggu agar pernafasan saya makin membaik.

Continue reading “Kembali pada Alam”

Siapa Bilang Sepeda Tidak Ada Manfaatnya? [Part 1 of 4]

Jika sobat baraya tinggal di Jakarta, cobalah sekali-kali memantau Jl. Sudirman di pagi atau sore hari. Lihatlah baik-baik keadaan lalu-lintas di jalan itu. Abaikan kendaraan bermotor yang beroda dua, empat, atau lebih yang lewat. Abaikan pula kendaraan non motor di mana empunya kendaraan juga masih tetap berjalan kaki. Tapi perhatikan kendaraan non motor yang melaju (boleh dikatakan) cepat di antara kendaraan bermotor, beroda dua, dan pengendaranya berpakaian layaknya sedang berolahraga. Memakai helm, sepatu, sarung tangan, kacamata, pakaian ringkes, dan ransel.

Ya, kendaraan itu adalah sepeda. Dan pengendaranya sebenarnya bukan sedang berolahraga (kendati mereka semua sepakat kalau apa yang mereka lakukan adalah berolahraga), melainkan sedang berangkat kerja atau istilah kerennya adalah Bike to Work (B2W). Apa?! Mereka berangkat kerja dengan bersepeda? Apakah mereka orang tidak punya? Tidak juga, karena sebagian dari mereka adalah para pengusaha muda. Jadi, mereka pun sebenarnya punya motor dan bahkan mobil di rumahnya. Tapi kenapa bersepeda?

Continue reading “Siapa Bilang Sepeda Tidak Ada Manfaatnya? [Part 1 of 4]”

Komunikasi yang Sehat

Ramadhan adalah bulan komunikasi. Tentu saja, karena di bulan suci inilah kita diminta untuk meningkatkan komunikasi dengan Tuhan. Secara horizontal, kita pun diminta untuk ‘merasakan’ lapar dan haus sehingga komunikasi kita dengan orang-orang yang biasa berlapar dan haus bisa kembali efektif. Dan puncaknya, pada saat lebaran nanti, komunikasi itu benar-benar harus kembali suci: ke semua unsur yang pernah berkomunikasi dengan kita. Yang jauh maupun yang dekat. Yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan pernah bisa lepas dari komunikasi. Bahkan, Tom Hanks yang memerankan seorang kurir dalam film Cast Away pun tetap (harus) menjaga komunikasi saat ia terdampar di sebuah pulau terpencil seorang diri, kendati tidak ada seorang manusia pun di sana. Dan ketika sebagian besar manusia beristirahat di malam hari, Tuhan pun menyediakan waktu bagi hamba-hamba-Nya yang ingin berkomunikasi. Dan untuk itu, ‘hadiah’ yang disediakan-Nya teramat besar.

Continue reading “Komunikasi yang Sehat”