Sepeda: Saksi Bisu Sejarah

Membicarakan sejarah sepeda di Indonesia berarti kembali membuka lembaran kelam bangsa ini, penderitaan yang seakan tidak pernah berakhir bagi penduduk di masa kolonial bangsa asing di Indonesia. Sepeda dibawa masuk ke Indonesia oleh kolonial Belanda. Sebagai teknologi baru, sepeda segera saja menjadi primadona bagi priyayi pribumi, kolonial Belanda, serta kaum elite pedagang.

“Hal ini dibuktikan dengan tumbuh suburnya toko-toko sepeda di Hindia Belanda taklama sejak ditemukannya model transportasi ini. Dokumen berupa iklan di media cetak pada 1950 tentang Toko Sepeda NV Handel-Maatschappij ‘Lim Tjoei Keng’ menyebutkan bahwa toko tersebut sudah berdiri sejak 100 tahun sebelumnya, atau berarti tahun 1851. Iklan ini juga menerangkan toko tersebut memiliki cabang di ‘antero Java’ seperti Batavia, Bandoeng, Cheribon, Pekalongan, Tegal, Solo, Djogja, Semarang, dan Soerabaia.” [Kompas.com]

Continue reading “Sepeda: Saksi Bisu Sejarah”

Dunia Geologi

museum:
kata yang berteman sepi
namun di sanalah sejarah berkibar
langkah pertama hadirnya hari ini

Alhamdulillah, hari ini sosok itu bisa bercengkerama dengan Kakak Bibin dan Adik Anin ke Museum Geologi. Turut hadir sebagai bintang tamu adalah Qiqi, sang sepupu dari Blitar yang masih berstatus mahasiswi di ITT Telkom. Bisa jadi, dialah (selain Pakde Syukur) yang benar-benar saudara dari pihak sosok itu yang tinggal di Bandung. Selebihnya memang tidak ada kecuali dari keluarga sang belahan jiwa. Berbilang tahun tinggal di Bandung, sosok itu memang sebatang kara hingga akhirnya dipertemukan pada sang belahan jiwa dan takmerasa sendiri lagi.

Continue reading “Dunia Geologi”

Humor-Humor Tertua

Sosok itu tersenyum. Apalagi ketika melihat tampilan blog lamanya di My Flexiland dan juga beberapa tulisannya yang sudah lama tidak dibacanya. Selain tulisan juara, yaitu Kabayan Melancong ke Bogota, yang membuat dirinya dikenal di kalangan blogger Kota Bandung, ada pula tulisan unik tentang dunia humor. Oya, tulisan tentang Bogota juga bisa kawan-kawan baca di sini, di sini, dan di sini.

Continue reading “Humor-Humor Tertua”

(Menuju) Tulisan Baik

Saya pernah menjelaskan di sini bahwa latihan adalah segalanya dan tanpa latihan, seseorang bukanlah siapa-siapa. Sobat baraya ingin menjadi perenang maka berenanglah setiap hari agar sobat baraya bisa berenang dengan baik dan menjadi perenang terbaik. Berlatihlah menulis kalau sobat baraya ingin menjadi penulis. Tidak ada alasan kuat untuk tidak menulis setiap hari kalau sobat baraya sudah terjun bebas menjadi penulis profesional. Latihan tidak hanya membuat ketajaman tulisan sobat baraya semakin mantap, tetapi juga membuat sobat baraya semakin dikenal sebagai seorang penulis yang terus menjaga konsistensi atau ritme menulisnya.

Apabila dihubungkan dengan rumus matematika maka A = B dimana A adalah menulis setiap hari sedangkan B adalah tulisan baik. Artinya, menulis setiap hari akan menghasilkan tulisan yang baik. Inilah proses latihan yang terus menerus, yaitu dengan cara membiasakan diri menulis dengan memperbaiki kekurangan cara menulis kita kemarin sekaligus menambah kekuatan tulisan kita dengan segala macam pernak-pernik kepenulisan yang ada (dan kalau perlu menciptakannya sendiri).

Continue reading “(Menuju) Tulisan Baik”

Buku: Sejarah dan Desain

Berbicara tentang buku memang tidak ada habisnya. Benda yang satu ini, selain merupakan barang bersejarah yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, juga merupakan representasi budaya manusia dari masa ke masa. Perkembangan buku dari segi fisik saja telah mengalami perubahan yang cukup signifikan, hal ini juga disesuaikan dengan sejarah tulisan itu sendiri dan peralatan yang terlibat di sana. Peralatan pendukung sebuah buku sebenarnya hanya terbagi dua saja, yaitu alat tulis dan medianya. Jika pada masa pertama kepenulisan menggunakan media seperti batu atau tulang, alat tulisnya tentu adalah benda-benda keras seperti batu runcing. Media tulis kemudian berkembang ke arah daun papirus hingga ke kertas, otomatis alat tulisnya juga disesuaikan hingga dikenal adanya tinta dan percetakan.

Continue reading “Buku: Sejarah dan Desain”

Sejarah B2W Indonesia [Part 3 of 4]

Pada Jum’at sore di bulan November 2005, sebuah pemandangan istimewa (bahkan bisa dikatakan luar biasa) terjadi di Jl. Cikapayang, tepatnya di bawah jembatan layang Pasupati. Ratusan orang beragam usia dan juga sepeda dari berbagai jenis dan merek berkumpul bersama dalam rangka mengkampanyekan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan. Adalah Akhmad Riqqi, staf pengajar di Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, yang mencetuskan ide itu bersama beberapa kawan dan juga mendirikan Bike Commuter Bandung (BCB), sebuah kelompok sepeda yang anggotanya juga merupakan anggota dari beberapa kelompok sepeda yang sudah ada.

“Sejak BBM naik, memang banyak yang pindah ke motor. Tapi motor juga kan masih bergantung pada BBM. Kita ingin memperlihatkan sepeda bisa menjadi alternatif transportasi supaya Kota Bandung bersih,” ujar Akhmad Riqqi mengenai alasan mengapa kegiatan itu digaungkan. Apalagi, lanjutnya, ada dua faktor penting yang sangat berkaitan, yaitu akibat kenaikan harga BBM dan juga kesadaran untuk hidup sehat dengan menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan (karena tanpa BBM). Sepeda sebagai moda transportasi pun bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk bersekolah, kuliah, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang berkaitan. Makanya kegiatan ini memakai slogan “Bike to Work, Bike to Campus, Shared the Road”.

Continue reading “Sejarah B2W Indonesia [Part 3 of 4]”

Sejarah Tulisan

“Writing” adalah representasi bahasa pada media tekstual dengan menggunakan beberapa tanda atau simbol (yang dikenal sebagai sistem kepenulisan). Budaya menulis dimulai sebagai akibat dari kebutuhan akuntansi. Pada masa milenium ke-4 sebelum masehi, kompleksitas perdagangan dan perkembangan administrasi membutuhkan kapasitas memori yang lumayan banyak, dan tulisan pada akhirnya menjadi salah satu metode perekaman tepercaya yang permanen (Robinson, 2003, hal 36).

Dalam bahasa Inggris, ‘writing’ merujuk kepada dua hal, yaitu sebagai kata benda (tulisan) dan sebagai kata kerja (menulis). Kegiatan menulis sehingga menghasilkan tulisan adalah proses pembentukan kata-kata pada sebuah media, sehingga lahirlah teks-teks. Orang yang menulis pada akhirnya disebut sebagai penulis. Sesuai perkembangan zaman, lahirlah beberapa profesi spesifik yang berkaitan dengan dunia kepenulisan seperti penyair, penulis esai, novelis, penulis drama, jurnalis, dan lain-lain. Di luar itu ada orang-orang yang dikenal sebagai penerjemah dan ghost writer. Sementara orang yang mengelola hasil tulisan secara estetika dan atau tanpa gambar dikenal dengan kaligrafer (pembuat kaligrafi) dan desainer grafis.

Continue reading “Sejarah Tulisan”